Pendidikan & Kesehatan

Pasokan Darah ke PMI Jember Turun 50 Persen

Jember (beritajatim.com) – Wabah Covid-19 membuat Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, kesulitan memperoleh pasokan darah. Sepanjang awal April 2020 ini, PMI menjadwalkan donor darah di sejumlah lokasi melalui kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan.

Minat berderma darah turun hingga 50 persen. Donor darah di Silo dan Wuluhan tempo hari hanya menghasilkan masing-masing 22 kantong dan 16 kantong. Padahal sebelumnya PMI biasa memperoleh 50 kantong di Wuluhan saja. Ketua PMI kabupaten Jember Zaenal Marzuki memperoleh informasi Pasuruan sempat mengalami kekosongan stok. “Kami tidak ingin hal itu terjadi di Jember,” katanya.

Maka, pada 4-7 April, PMI Jember menggelar 12 kegiatan donor darah dengan melibatkan Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Putra-Putri NU, majelis tafsir Alquran, Pemuda Muhammadiyah, karang taruna, hingga Sekolah Tinggi Dakwah Islamiyah Imam Syafii. “Kami mengajak masyarakat agar aktif kembali mendonorkan darahnya,” kata Zaenal.

Hasilnya, donor darah yang diselenggarakan bersama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Tempurejo di Aula SMK Hidayatul Mubtadiin, Sidodadi berhasil menjaring pendonor pemula sebanyak 26 kantong darah. Sementara, donor darah rutin di majelis tafsir Alquran berhasil menghimpun 44 kantong darah.

Kebutuhan darah pasien tidak mengalami penurunan signifikan. Jika tren penurunan pasokan terus terjadi, Zaenal khawatir, stok yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan harian dari rumah sakit-rumah sakit di Jember. “”Kebutuhan darah bagi pasien yg membutuhkan selalu ada, pasien operasi, pasien dengan penyakit yang menyebabkan kekurangan darah Harapan hidup mereka sangat bergantung pada pasokan darah dari para pendonor,” katanya.

PMI Jember siap melayani 24 jam 7 hari seminggu. “Hubungi petugas kami yang akan membantu mengatur, semoga penderma darah sekalian selalu dilindungi oleh Allah SWT dan senantiasa sehat,” kata Zaenal. Kegiatan donor darah melalui prosedur yang ketat sesuai protokol penangkalan Covid-19. Pendonor harus cuci tangan dulu, di semprot disinfektan juga jarak 1 meter antar para pendonor maupun petugas.

Sementara itu, Sub Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Timur- Jember menyerahkan bantuan kepada PMI Kabupaten Jember, pada 1 April 2020 lalu. Secara simbolis bantuan diserahkan oleh Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Jember Hestu Wibowo kepada Zaenal Marzuki.

Hestu mengatakan, ada sekitar 40 bank di Jember yang masuk anggota Sub BMPD Jatim-Jember. Jumlah donasi yang terkumpul Rp 75 juta. “Sub BMPD Jatim-Jember ingin donasi yang kami salurkan ke PMI digunakan untuk berbagai kegiatan penanggulangan Covid-19 agar bencana ini segera selesai,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar