Pendidikan & Kesehatan

Pasien Positif Covid-19 di Kota Mojokerto Bertambah 2 Orang

Peta sebaran Covid-19 Kota Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto merilis peta sebaran Covid-19 terbaru. Ada dua warga yang terconfirm positif Covid-19 setelah hasil tes swab terhadap keduanya keluar, Rabu (6/5/2020) positif. Sehingga pasien positif Covid-19 di Kota Mojokerto menjadi tiga orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya mengatakan, ada penambahan jumlah status positif di Kota Mojokerto sebanyak dua orang sehingga menjadi tiga orang. “Keduanya berjenis kelamin laki-laki. Warga Kecamatan Magersari dan Kecamatan Prajuritkulon,” ungkapnya.

Pasien confirm positif 02 yakni seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di luar Kota Mojokerto yang merupakan warga Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Dari hasil diagnosa awal, lanjut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto, pasien menjalani dua kali rapid test.

“Dari hasil rapid tes dua kali yang dilakukan pasien, hasilnya non reaktif. Namun, saat dilakukan tes swab, menunjukkan hasil positif dan tidak memiliki riwayat penyakit tertentu. Untuk riwayat perjalanan 14 hari ke belakang, belum ada keterangan,” katanya.

Kondisi kesehatan pasien, lanjut Gaguk, baik dan sehat. Saat ini pasien melakukan karantina mandiri. Sementara pasien confirm positif 03 merupakan Awak Buah Kapal (ABK) warga Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto. Pasien berjenis laki-laki tersebut berusia 27 tahun.

“Pasien melalukan swab di salah satu RS di Kota Surabaya yang hasilnya keluar hari ini. Hasil swab terhadap pasien positif dan saat ini pasien menjalani karantina di KKP Tanjung Perak Surabaya. Saat ini sedang dilakukan trancing di lingkungan pasien,” jelasnya.

Sehingga total pasien positif Covid-19 di Kota Mojokerto menjadi tiga orang. Sedangkan Orang Dengan Resiko (ODR) menjadi 1.985 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 11 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 336 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak sembilan orang, sedangkan jumlah PDP yang meninggal di Kota Mojokerto hingga saat ini berjumlah tiga orang. Bagi orang berstatus PDP, merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif.

Karena harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan RI.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar