Pendidikan & Kesehatan

Pasien Positif Covid-19 di Jatim Tambah 502 Kasus dan Surabaya Tambah 311 Kasus

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data perkembangan kasus Covid-19 di Jatim pada Kamis (21/5/2020) malam.

Pada hari ini merupakan hari kesepuluh penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) tahap kedua. PSBB diperpanjang sejak 12 Mei hingga 25 Mei 2020.

Hingga 21 Mei 2020 pukul 21.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 23.271 orang (masih dipantau 3.989 orang), jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 5.267 orang (masih diawasi 2.296 orang) dan positif Covid-19 (coronavirus) 2.942 orang (masih dirawat 2.262 orang).

Surabaya hari ini bertambah 311 kasus baru menjadi 1.566 dan Sidoarjo bertambah 57 menjadi 386. Sedangkan, Gresik bertambah 27 kasus baru menjadi 94 positif.

“Hari ini ada tambahan 502 kasus baru di Jatim. Total ada 2.942 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Yang sembuh bertambah 10 menjadi 413 orang. Dan, yang meninggal bertambah 15 menjadi 258 orang,” katanya kepada wartawan, Kamis (21/5/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 2.942 orang di Jatim itu terdiri dari 1.566 dari Surabaya, 56 Kabupaten Malang, 30 Kota Malang, 10 Kota Batu, 63 dari Magetan, 386 dari Sidoarjo, 57 Kabupaten Kediri, 27 Kota Kediri, 94 Gresik, 70 Lamongan, 11 Kabupaten Blitar, 3 Kota Blitar, 33 Lumajang, 25 Jember, 12 Situbondo, 9 Bondowoso, 5 Banyuwangi, 14 Pamekasan, 47 Tulungagung, 27 Jombang, 24 Nganjuk, 21 Kabupaten Madiun, 23 Ponorogo, 5 Trenggalek, 28 Bangkalan, 9 Pacitan, 39 Bojonegoro, 20 Tuban, 57 Kabupaten Pasuruan, 19 Kota Pasuruan, 75 Kabupaten Probolinggo, 14 Kota Probolinggo, 6 Sumenep, 17 Kabupaten Mojokerto, 5 Kota Mojokerto, 12 Ngawi, 3 Kota Madiun, 12 Sampang dan 9 Kapal Barang.

Ada 413 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 20 dari Kabupaten Malang, 12 Kota Malang, 2 Kota Batu, 157 dari Surabaya, 20 dari Sidoarjo, 12 dari Gresik, 17 Lamongan, 2 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 37 dari Magetan, 4 dari Kabupaten Kediri, 5 Jember, 7 Kota Kediri, 11 Situbondo, 14 Tulungagung, 1 Trenggalek, 8 Nganjuk, 2 Jombang, 2 Kabupaten Mojokerto, 1 Kota Mojokerto, 3 Kabupaten Madiun, 1 Ngawi, 12 Lumajang, 6 Kota Probolinggo, 8 Kabupaten Pasuruan, 8 Ponorogo, 2 Bondowoso, 6 Bangkalan, 6 Pamekasan, 3 Tuban, 15 Kabupaten Probolinggo, 1 Kota Pasuruan, 2 Pacitan, 1 Sumenep, 1 Sampang, 2 Bojonegoro dan 1 Banyuwangi.

Sementara itu, ada 258 pasien yang meninggal, yakni 10 di Kabupaten Malang, 1 Kota Batu, 156 di Surabaya, 36 di Sidoarjo, 9 di Gresik, 1 Bangkalan, 10 di Lamongan, 7 di Kabupaten Kediri, 2 di Magetan, 2 Pamekasan, 5 Bojonegoro, 4 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Kabupaten Probolinggo, 2 Kabupaten Pasuruan, 1 Kabupaten Mojokerto, 1 Banyuwangi, 2 Jember, 3 Kabupaten Blitar, 1 Jombang, 1 Ponorogo dan 2 Tuban. [tok/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar