Pendidikan & Kesehatan

Peralihan New Normal

Pasien Positif Covid-19 di Bojonegoro Masih Bertambah

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sudah menerapkan beberapa kegiatan unuk menyambut new normal. Peralihan kondisi new normal juga acap kali disosialisasikan kepada masyarakat.

Selama masa peralihan new normal pandemi Covid-19 masyarakat masih perlu waspada, bahkan lebih meningkatkan imunitas dan menerapkan protokol kesehatan karena jumlah pasien terkonfirmasi positif masih terus bertambah.

Data dari Tim Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Kamis (9/7/2020), menunjukkan ada penambahan pasien terkonfirmasi positif sebanyak sembilan orang. Disamping itu, empat orang dinyatakan sembuh.

Sembilan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dari Kecamatan Dander dan Ngasem sebanyak tiga orang, Sukosewu, Sumberrejo dan Kapas masing-masing satu orang. Sehingga secara kumulatif, jumlah pasien positif sebanyak 90 orang.

“Sementara empat orang yang sembuh berasal dari Kecamatan Bojongoro tiga orang dan Kecamatan Ngasem satu orang,” ujar Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin.

Status Pasien dalam Pengawasan (PDP) ada tiga orang. Sedangkan untuk status Orang dalam Pantauan (ODP) sebanyak 28 orang. Penambahan baru dua orang di Kecamatan Kanor dan Baureno.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro juga sudah memperbolehkan bagi warga yang hendak menggelar hajatan. Meski saat ini, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah belum mencabut peraturan larangan pengumpulan massa selama pandemi Covid-19.

Virus Corona Covid-19

“Kami mengizinkan dalam masa transisi menuju new normal ini masyarakat menggelar acara hajatan, tahlilan, pernikahan, sunatan, tetapi perlu diingat harus tetap ada pembatasan jumlah tamu yang hadir dan tetap menggunakan protokol kesehatan Covid-19,” ujar bupati saat menggelar sambang desa di Kecamatan Margomulyo, Kamis (2/7/2020).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro Ani Pujiningrum mengatakan, masa transisi new normal ini masyarakat sudah bisa menggelar acara yang melibatkan banyak orang, namun jumlahnya dibawah seratus orang. Selain itu, tetap mengatur jarak antar tamu, memakai masker, harus ada sarana dan prasarana cuci tangan serta handsanitizer di tempat acara tersebut. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar