Pendidikan & Kesehatan

Pasien Positif Corona Isolasi Mandiri Tetap Dipantau Pemkot Mojokerto

Gedung Balai Diklat di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dari 41 pasien positif Covid-19 di Kota Mojokerto, sebanyak 13 pasien menjalani isolasi mandiri, dua sembuh, satu meninggal, tiga isolasi di rumah sakit dan sisanya 22 menjalani isolasi di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Cinde di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Sebanyak 13 pasien positif Covid-19 di Kota Mojokerto menjalani isolasi mandiri, namun Tim Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto terus melakukan pemantauan. Meski tidak bisa bertemu secara langsung, namun pemantauan tetap dilakukan untuk mengetahui kondisi pasien.

Juru Bicara¬†(Jubir) Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya mengatakan, isolasi mandiri dilakukan para pasien positif yang tidak memiliki gejala. “Karena mereka masuk kategori OTG (Orang Tanpa Gejala) sehingga menjalani isolasi mandiri,” ungkapnya, Rabu (17/6/2020).

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya

Masih kata Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Mojokerto ini, namun pasien positif yang menjalani isolasi mandiri tetap dihimbau menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Seperti tetap memakai masker meski di dalam rumah, selalu cuci tangan dan menjaga kebersihan.

“Pasien positif yang menjalani isolasi mandiri di rumah juga tidak boleh kontak erat dengan keluarga sehingga tidak terjadi penularan selama menjalani isolasi mandiri dengan keluarga. Tim medis tetap melakukan pemantauan meski tanpa bertemu karena komunikasi tidak harus bertemu,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini menambahkan, meski tim medis melakukan pemantauan namun pasien juga dihimbau untuk aktif memberikan informasi terkait perkembangan kondisi pasien. Selain menyediakan dua gedung sebagai gedung observasi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto juga membentuk Kampung Tangguh.

“Di Kota Mojokerto ada dua Kampung Tangguh yakni di Kelurahan Prajurit Kulon dan Magersari, nantinya akan terus ditambah. Pemkot mendorong partisipasi masyarakat yang terbentuk dalam Kampung Tangguh untuk gotong-royong dan menegakkan protokol kesehatan dalam menanggani warganya jika ada yang terkonfirmasi positif virus corona.

“Di Kampung Tangguh juga dibentuk beberapa divisi yang bisa bergotong-royong untuk memantau pasien positif di lingkungan,” tegasnya.

Sebelumnya, selain Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Cinde di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto sebagai gedung observasi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menyiapkan satu gedung lagi. Yakni gedung Balai Diklat di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar