Pendidikan & Kesehatan

Pasien Positif Corona di Sidoarjo Meningkat Tajam, Tembus 281 Kasus

Sidoarjo (beritajatim.com) – Ada kasus baru dalam pandemi virus corona di tengah penerapan perbatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap II. Kasus baru itu meningginya penyebaran Covid-19 di Sidoarjo. Data terakhir kasus positif corona di Kabupaten Sidoarjo berjumlah 281 orang.

Kenaikan yang cukup tinggi terjadi Sabtu (16/5/2029), dengan tambahan 45 orang confirm/positif Covid-19. Kenaikan terbanyak berada di Desa/Kecamatan Waru.

Wabup Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin menyampaikan, perkembangan penurunan kasus Covid-19 pada PSBB tahap kedua di wilayahnya masih belum signifikan, bahkan masih cukup tinggi. “Saya mendapat laporan di Waru ada pasien corona yang meninggal, diduga dibuka oleh keluarga korban, sehingga dugaan menyebar ke lainnya. Jadi untuk penanganan di Waru, harus dilakukan secara ekstra. Wilayah harus di perhatikan penuh, termasuk tempat peribadatan harus ditangani secara serius,” katanya Minggu (17/5/2020).

Ia mengatakan Pemkab Sidoarjo terus berupaya menghentikan penyebaran Covid-19. Langkah yang saat ini dilakukan dengan melibatkan desa/kelurahan. Pemkab Sidoarjo meminta desa/kelurahan untuk memfilter aktifitas warganya melalui RT/RW. Pemkab Sidoarjo memberi kewenangan kepada RT/RW untuk mengeluarkan surat keterangan jalan.

“Tanpa surat surat keterangan jalan RT/RW tersebut masyarakat tidak dapat seenaknya bepergian. Harapan kami itu (surat keterangan jalan RT/RW) bisa memfilter masyarakat yang keperluannya tidak penting tidak keluar rumah,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syaf Satriawarman dalam keterangan tertulisnya Sabtu (16/5/2020) malam menjelaskan penambahan jumlah positif Covid-19 terbanyak selama terjadinya wabah tersebut. “Penambahan kasus konfirm 45 pasien, terjadi di sebelas kecamatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” katanya.

Ia mengemukakan penambahan jumlah pasien positif Covid-19 terdapat di Wilayah Kecamatan Sidoarjo 3 orang, di Desa Bluru Kidul 1 orang, Desa Gebang 1 orang, Desa Bulusidokare 1 orang. “Kemudian di Kecamatan Buduran 7 orang, di Desa Banjarkemantren 1 orang, Desa Sidokepung 1 orang, Desa Sukorejo 1 orang, Desa Wadungasih 4 orang, Kecamatan Candi 2 Orang, di Desa Wedoro Klurak 1 orang, Desa Ngampelsari 1 Orang,” rincinya.

Syaf menambahkan kemudian ada penambahan di Kecamatan Gedangan 2 orang, di Desa Keboansikep 1 orang, Desa Semambung 1 orang dan di Kecamatan Tanggulangin 2 orang, di Desa Kalitengah 1 orang, Desa Penatarsewu 1 orang. “Kecamatan Taman ada penambahan 9 orang, di Desa Bringinbendo 1 orang, Desa Geluran 1 orang, Desa Sepanjang 2 orang, Desa Wage 4 orang, desa Sambibulu 1 orang,” tukasnya.

Masih kata dia, untuk di Kecamatan Wonoayu 1 orang, di Desa Sawocangkring dan Kecamatan Tulangan 1 Orang, di Desa Kepuhkemiri 1 orang. “Kecamatan Sukodono 1 orang, di Desa Sukodono 1 orang dan Kecamatan Sedati 6 orang, di Desa Betro 1 orang, Desa Cemandi 1 orang, Desa Kalanganyar 1 orang, Pabean 2 orang, Kwangsan 1 orang,” tandasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo juga mencatat di Kecamatan Waru 11 orang, di Desa Bungurasih 1 orang, Desa janti 1 orang, Desa Kepuhkiriman 1 orang, Desa Tambaksumur 2 orang, Desa Wadungasri 1 orang, Desa Waru 4 orang, Desa Wedoro 1 orang.

“Sementara dalam catatan kami ada penambahan konfirm meninggal 4 orang , tersebar di wilayah Kecamatan Candi 1 orang Desa Ngampelsari, Kecamatan Sedati 1 orang di Desa Pabean, Kecamatan Waru 2 orang, di Desa Wadungasri 1 orang, Desa Waru 1 orang,” papar Syaf.

Ia mengatakan untuk kasus orang dalam pemantauan ada penambahan sebanyak 16 orang dengan jumlah totalnya saat ini sebanyak 959 orang. “Kemudian untuk pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 12 orang yang totalnya kini menjadi 314 orang,” katanya.

Untuk kasus PDP meninggal dunia ada penambahan sebanyak 4 orang tersebar di Wilayah Kecamatan Gedangan 1 orang di Desa Bangah, Kecamatan Taman 1 orang di Desa Bebekan, Kecamatan Sukodono 1 orang di Desa Sukodono dan Kecamatan Tulangan 1 orang di Desa Modong.

“Perlu diketahui untuk pasien meninggal ODP dan PDP belum tentu dikarenakan oleh COVID-19 dan belum tentu positif COVID-19,” pungkasnya. [isa/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar