Pendidikan & Kesehatan

Pasien Konfirmasi Positif Sempat Dibawa ke Karantina Stadion JSG

Virus Corona Covid-19

Jember (beritajatim.com) – Pasien konfirmasi positif nomor 14 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, ternyata pernah dibawa ke lokasi karantina di Stadion Jember Sport Garden. Ia sempat kabur dari rumah dan dibawa ke Stadion JSG oleh aparat kepolisian sebelum diketahui positif.

Pasien konfirmasi positif nomor 14 ini adalah bagian dari klaster Papua. Dia adalah saudara ipar pensiunan guru Papua yang meninggal di Jember dan dinyatakan sebagai kasus konfirmasi nomor 4. Pasien konfirmasi positif nomor 14 ini juga memiliki hubungan saudara dengan pasien konfirmasi positif nomor 13 yang merupakan istri guru Papua tersebut. Keduanya adalah warga Kecamatan Ledokombo.

Kepala Kepolisian Sektor Tempurejo yang sekarang menjadi Kepala Kepolisian Sektor Sempolan, Ajun Komisaris Suhartanto, membenarkan pernah ‘mengamankan’ kembali pasien nomor 14 tersebut, medio April 2020. Namun saat itu ia belum tahu jika si pasien positif mengidap Covid-19.

“Polsek Tempurejo saat itu mendapatkan informasi dari Polsek Ledokombo, bahwa ada seseorang yang indikasinya masih saudara dekat korban yang meninggal dunia karena positif corona, lari dan sembunyi ke wilayah kami,” kata Suhartanto.

Setelah diselidiki, menurut Suhartanto, ternyata orang tersebut berada di Desa Curah Takir. “Sehingga kami langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Tempurejo mendatangi rumah pesembunyian itu bersama pemerintah Desa Curah Takir,” katanya.

“Setelah sampai di rumah tersebut, kami berkomunikasi dan memberi pemahaman kepada yang bersangkutan tentang pentingnya karantina di JSG dalam rangka penyebaran corona. Dia kemudian bersedia. Lengkap dengan APD (Alat Pelindung Diri), kami antarkan ke JSG. Namun terakhir kami dapat kabar bahwa dia ternyata juga positif corona,” kata Suhartanto.

Keseluruhan, ada lima orang yang masih bersaudara dan memiliki kedekatan dengan si guru tersebut dibawa ke Stadion JSG untuk menjalani pemeriksaan. Hasil rapid test awal pasien konfirmasi ke-13 dan ke-14 yang dilakukan pada 15 dan 17 April adalah negatif.

Setelah itu keduanya dikarantina di Stadion JSG sebelum dilakukan rapid test kedua. Hasil rapid test kedua pasien konfirmasi ke-13 pada 25 April dinyatakan reaktif. Begitu juga hasil rapid test pasien konfirmasi ke-14 yang dilakukan pada 26 April 2020. Keduanya kemudian menjalani tes swab dan dibawa ke rumah sakit.

Guru dan istrinya datang dari Papua ke Ledokombo untuk menjenguk ibu sang istri yang sakit pada 23 Maret. Saat berada di Jember itulah, si guru tersebut mengalami nyeri tenggorokan dan sesak napas pada awal April dan kemudian meninggal dunia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono saat dimintai konfirmasi mengatakan tidak tahu soal hal tersebut. “Belum tahu saya,” katanya, Rabu (13/5/2020). [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar