Pendidikan & Kesehatan

Pasien di Mojokerto Terima Salep Kadalursa

Salep obat gatal kadaluarsa yang diberikan Puskesmas Jetis. [Foto : misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah pasien mengeluhkan kualitas obat yang diberikan Puskesmas Jetis, Kabupaten Mojokerto. Obat jenis saleb gatal-gatal yang diberikan kepada pasien tersebut sudah kadaluarsa.

Salah satu pasien penerima saleb gatal kadaluarsa, SW (33) mengatakan, a menerima salep tersebut saat mengantar kedua anaknya ke Puskesmas Jetis. “Dua anak saya kan terkena gatal-gatal, saya periksakan ke Puskesmas Jetis kemarin,” ungkapnya, Kamis (12/9/2019).

Masih kata warga Dusun Sumberwuluh, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis ini, sejak satu tahun lalu keluarga diserang penyakit gatal-gatal. Ia membawa kedua anaknya yakni MM (10) dan Au (9 bulan) untuk diperiksa. Ia diberikan obat sesuai dengan yang diresepkan oleh dokter.

“Ada dua obat, satu yang diminum, satunya saleb. Saat saya lihat (saleb) itu ternyata kadaluarsa. Masa expaired saleb itu September 2018. Saya tanyakan ke petugasnya, katanya tidak apa-apa karena obat luar. Dia juga bilang, kalau tidak yakin akan ditarik,” katanya.

Tidak mau berdebat dengan petugas apoteker, ia kemudian membawa pulang obat-obatan yang diterimanya tersebut. Namun karena takut, ia tak memberikan salep tersebut ke anaknya. Menurutnya, tetangganya juga menerima salep kadaluwarsa.

“Ada dua yang dapat saleb kadaluarsa, saya sama tetangga saya. Karena kemarin kita berobatnya hampir barengan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jetis, Dadang tak menampik jika ada pasien yang menerima saleb kadaluarsa. “Alhamdulillah kami sudah tindaklanjuti, kami ke rumah pasien untuk diganti obat yang baru dan obat yang lama kami tarik kembali. Alhamdulillah belum sempat dipakai,” jelasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar