Pendidikan & Kesehatan

Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Ratusan Warga Bangkalan Rapid Test Massal

Seorang Balita Sedang menjalani tes Rapid.

Bangkalan (beritajatim.com) – Bertambahnya jumlah warga terinfeksi Covid-19 di Bangkalan membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat terus bergerak untuk melakukan screening. Terbaru, tim Covid Hunter Pemprov Jatim datang ke Bangkalan untuk melakukan rapid tes massal pada 358 data tracing.

Bupati Bangkalan sekaligus ketua satgas percepatan penanganan Covid-19 mengatakan, seluruh warga yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien Covif-19 akan dilakukan rapid tes. Tes massal ini akan dilakukan secara bertahap di seluruh tempat dalam waktu 3 hari.

“Ini hasil Vidcon dengan bu Gubernur, kemarin saya sampaikan bahwa hasil swab sebanyak 87 belum keluar. Maka, beliau mengirimkan tim dari Dinkes Pemprov yakni Covid Hunter untuk melakukan tes massal pada seluruh data tracing,” ucapnya, Jumat (5/6/2020).

Ia mengatakan, tes massal ini akan dilakukan di 3 titik yakni Kecamatan Bangkalan, Kecamatan Tanah Merah dan juga Kecamatan Sepulu. Dari 3 titik ini akan mengcover kecamatan lain yang ada disekitarnya. “Untuk hari ini ada 33 orang yang dilakukan tes, besok tim akan ke Tanah Merah dan lusa ke Sepulu,” tuturnya.

Pria berkacamata ini mengatakan dari tes massal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar seluruh warga yang pernah berkontak dengan pasien Covid-19 dapat segera dideteksi dan diobati. Sehingga, mata rantai penyebaran Covid-19 dapat segera diputus. “Semoga tidak ada tambahan dan tidak ada yang terinfeksi lagi, jika nantinya ada yang reaktif maka akan langsung di swab,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Herlin Ferliana mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya saat ini yaitu menjemput bola dan menscreening habis penyebaran Covid-19. Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak lagi berstigma buruk terhadap pengecekan ini. “Stigma negatif harus dikurangi, sebab sekalipun nanti reaktif dan positif akan diobati dan setelah 14 hari virus itu hilang, masyarakat bisa beraktivitas normal,” ucapnya.

Ia mengatakan, hasil rapid tes tersebut nantinya akan keluar lebih cepat yakni 15 menit hingga 30 menit. Bagi pasien OTG ringan nantinya akan ditempatkan di balai diklat sementara bagi yang memiliki gejala berat akan dibawa ke RSUD Syamrabu. “Kalau reaktif maka langsung di swab dan diisolasi di balai diklat. Sementara hasil swab akan keluar 3 hingga 4 hari setelah swav dilakukan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Bangkalan sekaligus humas satgas Covid-19 mengatakan, hingga siang ini terdapat 4 hasil reaktif dari tes rapid tersebut. Namun, hasil itu belum keseluruhan. Sebab, beberapa rapid tes masih dilakukan dan menunggu hasil. “Belum selesai keseluruhan. Sementara hingga siang tadi ada 4 hasil reaktif. Sisanya kami masih menunggu,” pungkasnya.[sar/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar