Pendidikan & Kesehatan

Pasien Covid-19 Ponorogo Boleh Isolasi Mandiri, Ini Syaratnya

Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini(foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ada sekitar 30 pasien Covid-19 di Ponorogo menjalani isolasi mandiri di rumah. Itu dilakukan lantaran, mereka memiliki kasus asimtomatis alias tergolong orang tanpa gejala (OTG). Isolasi mandiri di rumah demi mengurangi kepadatan pasien di rumah sakit rujukan maupun shelter. Sehingga rumah sakit rujukan bisa difokuskan untuk merawat pasien yang bergejala dan butuh perawatan.

“Saat ini pasien yang menjalani isolasi mandiri sekitar 30 orang, mereka merupakan pasien dengan status OTG,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Jumat (2/10/2020).

Irin sapaan akrab drg. Rahayu Kusdarini menegaskan jika pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bisa melakukan isolasi mandiri jika pasien itu OTG. Selain itu tempat di rumah memungkinkan. Artinya ada ruang untuk yang bersangkutan tidak berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya. Kemudian fasilitasnya memadai, contohnya kamar mandinya terpisah. Nanti ada cek list dari tim kesehatan bersama dengan satgas kelurahan atau desa yang bersangkutan. “Dari situ mereka yang memutuskan, layak tidaknya pasien Covid-19 itu melaksanakan isolasi mandiri,” katanya.

Irin bercerita ada tempat atau rumahnya layak untuk melaksanakan isolasi mandiri, namun pasiennya memohon-mohon untuk dirawat di rumah sakit. Ya akhirnya dirawat di rumah sakit, baru satu atau dua hari kemudian dipindah ke shelter. Terkait dengan shelter, Irin menambahkan jika tim satgas akan membuka shelter baru. Itu dilakukan untuk meminimalisir resiko berinteraksi dengan keluarga atau orang lain.

“Pasien OTG yang isolasi di rumah ini tetap dipantau dari petugas kesempatan. Yang bersangkutan juga akan diberi vitamin. Satgas desa/kelurahan dan masyarakat juga berperan untuk melakukan pengawasan terhadap pasien OTG tersebut,” katanya.

Untuk update terbaru Covid-19 di Ponorogo, ada 15 pasien yang dinyatakan sembuh, namun ada tiga kasus konfirmasi baru. Yakni dua kasus dari wilayah kecamatan Siman dan satu orang dari Kecamatan Slahung. Ketiganya merupakan kontak erat dengan kasus konfirmasi sebelumnya. Sehingga jumlah kumulatifnya sebanyak 433 kasus. Dengan pasien sembuh sebanyak 333 pasien, meninggal 15 orang dan 85 orang sedang menjalani isolasi. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar