Pendidikan & Kesehatan

Pasien Covid-19 Meningkat Drastis, Pemprov Jatim Tambah Fasilitas Kesehatan

Foto ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Libur panjang membawa dampak yang cukup berat, yakni meningkatnya kasus positif baru Covid-19 secara signifikan. Terkait hal itu, Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi menghimbau agar masyarakat Jatim tetap patuh protokol kesehatan selama libur panjang natal dan tahun baru mendatang.

“Makanya kebijakan pemerintah, boleh liburan tapi harus patuh protokol kesehatan. Kami gugus tugas menyusun bagaimana protokol kesehatan bisa diterapkan dan masih bisa liburan. Bagaimanapun semoga libur natal kali ini tidak seperti liburan sebelumnya,” ungkap Joni, Selasa (22/12/2020).

Selain menjadi Ketua Gugus Kuratif Covid, Joni yang juga Direktur Umum RSUD Dr Soetomo mengungkapkan, saat ini rumah sakit yang dipimpinnya sedang merawat 128 pasien COVID-19.

“Dibanding bulan Oktober hanya 60 sampai 70 pasien, saya pikir turun. Tapi sejak liburan pernah sampai 145 pasien,” tuturnya.

Di RSUD Dr Soetomo, saat ini masih memiliki sebanyak 200 tempat tidur untuk perawatan Covid-19 yang akan ditambah menjadi 230 tempat tidur.

Di RSUD Dr Soetomo sendiri untuk perawatan Covid-19, telah ada IGD Khusus Penyakit Menular dan 5 Ruang Isolasi Khusus (RIK). Menurut Joni, ini sebagai upaya memberikan pelayanan dan isolasi yang tepat, sehingga kenaikan kasus bisa terkendali.

Menurutnya pasien COVID-19 memang naik turun, karena ada yang sudah pulang, ada yang discharge yaitu perlu perawatan lanjutan meskipun sudah negatif COVID-19.

“Cukup banyak case discharge ini di Soetomo, oleh karena itu rumah sakit khusus COVID-19 sangat sulit. Harus ada kombinasi perawatan COVID-19 dan non-COVID-19,” katanya.

Yang penting, kata Joni, harus ada ruang isolasi. Misalnya pasien udah tes PCR dua kali negatif, tapi masih butuh perawatan.

“Mau dikemanakn kalau tidak punya ruangan non-COVID-19. Jadi memang Soetomo kami desain untuk dua perawatan ini,” ujarnya.

Selain terus menambah fasilitas di RSUD Dr Soetomo, Pemerintah Jatim melalui Satgas Covid juga terus mengupayakan penambahan fasilitas di beberapa daerah lainnya.

“Karena khusus di Jatim juga ada peningkatan by case atau kematian. Dari sisi kuratif, kami sudah diminta ibu gubernur (Khofifah Indar Parawansa) untuk menyediakan fasilitas kesehatan yang cukup, contohnya Rumah Sakit Lapangan diperlebar,” kata Ketua Gugus Kuratif COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi di Surabaya, Selasa.

Selain memperlebar Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya, Pemprov juga menyiapkan beberapa rumah sakit di daerah untuk dijadikan rumah sakit COVID-19, seperti RS Paru di Jember yang akan diresmikan pada tanggal 25 Desember mendatang.

“Kami juga telah meresmikan Rumah Sakit Lapangan di Malang dan mempertimbangkan Rumah Sakit Paru di Surabaya menjadi rumah sakit COVID-19 karena adanya ICU yang dapat dibuat sebagai High Care Unit (HCU),” ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya itu mengungkapkan PT INKA telah menawarkan gerbong untuk dapat dijadikan sebagai ruang perawatan seperti di RS Lapangan.

“Beberapa kabupaten pun telah kami dijajaki untuk ditempati, yang paling cocok ya Kabupaten Nganjuk karena relnya ada. Tapi kami belum koordinasi ke Nganjuk,” pungkas Joni. [adg/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar