Pendidikan & Kesehatan

Pasien Covid-19 Melonjak, Pemkab Ponorogo Segera Buat Shelter Baru

Ponorogo (beritajatim.com) – Kasus konfirmasi baru di Ponorogo setiap hari bertambah. Pertambahan itu sudah membuat rumah isolasi di shelter jalan Trunojoyo sudah penuh. Begitupun ruang isolasi di rumah sakit rujukan juga hampir penuh.

“Lonjakan kasus Covid-19 membuat rumah isolasi dan ruang isolasi di rumah sakit rujukan menjadi hampir penuh,” kata Wakil Bupati Soedjarno, Selasa (8/12/2020).

Oleh karena itu, Pemkab Ponorogo bersiap membuka shelter baru guna antisipasi membeludaknya pasien yang diisolasi. Sebab shelter yang letaknya di bangunan bekas perpustakaan milik daerah (Perpusda) itu, sekarang kondisinya sudah penuh.

Sementara gedung Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda), yang sebelumnya digadang-gadang menjadi shelter, malah tidak ada kejelasan. “Akhirnya, kami putuskan beralih menggunakan sentra industri kecil menengah (IKM) Kampung Reyog,” katanya.

Namun, rencananya yang akan digunakan hanya gedung yang paling timur. Sudjarno menyebut, pihaknya meminta agar pengerjaan selter tambahan yang juga masih terletak di jalan Trunojoyo itu secepatnya dilakukan. Hal itu dikarenakan banyaknya pasien yang harus menjalani isolasi.

“Jadi nanti ada pembatas setinggi 3 meter antara gedung barat dengan gedung timur yang dijadikan shelter ini,” kata Soedjarno.

Sementara itu Kalaksa BPBD Ponorogo Imam Basori mengungkapkan gedung IKM yang akan dijadikan shelter ini sudah dalam proses pengerjaan. Pihaknya, sudah melakukan survei dan hasil survei itu sudah Ia tuangkan dalam perencanaan. “Gedung shelter baru ini kurang lebih bisa menampung sekitar 60 pasien,” katanya.

Saat ini, kata Imam progresnya pemetaan dan penyekatan kamar di dalam gedung. Nanti juga akan ada penambahan kamar mandi, baik itu kamar mandi yang di dalam maupun di luar gedung shelter. “Target pekerjaannya ya secepatnya, karena ini kebutuhan yang mendesak,” pungkasnya. [end/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar