Pendidikan & Kesehatan

Pasien Covid 19 Jangan Dikucilkan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi dr. Widji Lestariono

Banyuwangi (beritajatim.com) – Jumlah pasien sembuh dari Corona Virus Disease (Covid19) di Banyuwangi terus bertambah. Total ada 61 pasien yang terkonfirmasi sembuh atau rata-rata sekitar 71,7 persen.

Belakangan, ada 7 orang sembuh dari 85 kasus konfirmasi positif. Sehingga dari jumlah itu masih terdapat sekitar 21 orang menjalani perawatan dan 3 di antaranya meninggal.

“Alhamdulillah, jumlah pasien yang sembuh terus bertambah, terima kasih rekan sejawat tenaga medis dan tenaga kesehatan. Juga terima kasih kepada pasien yang terus disiplin mematuhi instruksi dokter dan perawat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan dr. Widji Lestariono, Rabu (12/8/2020).

Meski telah sembuh, banyak warga yang beranggapan berbeda kepada mantan pasien, maupun mereka yang masih menjalani isolasi. Hal ini yang seharusnya menjadi perhatian.

“Kita sering mendapat laporan bahwa mereka mendapat stigma buruk di tengah masyarakat. Jangan kucilkan atau diskrimasi mereka, harusnya kita justru menyambut dengan baik. Mereka ini sudah berjuang melawan Covid-19, kita harus mendukungnya. Bagi yang belum kena, juga harus terus waspada jangan merasa hebat,” kata Rio.

Rio menegaskan, pasien sembuh artinya normal dan sehat kembali. Tidak ada penyakit atau virus yang berada di tubuhnya.

“Masyarakat tidak perlu berlebihan dan tidak boleh menghakimi seseorang, baik yang sudah sembuh maupun yang memiliki gejala dan yang positif terjangkit COVID-19. Terima mereka dengan baik, beri dukungan agar mereka kembali bersemangat,” kata Rio.

Justru, lanjut Rio, pasien yang sudah sembuh harus diberikan dukungan agar memiliki rasa percaya diri dan bisa kembali atau diterima di lingkungan masyarakat dengan baik.

“Kita harus berempati kepada mereka karena dia sudah membantu memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan bersedia diisolasi dan berjuang untuk sembuh,” terangnya.

Menurutnya, masyarakat hanya perlu menerapkan protokol kesehatan sesuai yang dianjurkan pemerintah. Menjaga jarak, memakai masker dengan benar, dan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, sehingga tidak perlu memberikan stigma negatif.

“Sikap kita kepada pasien sembuh ya tidak berbeda seperti dengan orang lain. Berlaku yang wajar saja,” imbuhnya.

Terkait isolasi, Rio menjelaskan, tidak harus dilakukan di rumah sakit bagi mereka yang tanpa gejala. Isolasi di RS biasanya dilakukan untuk memantau masa puncak infeksi virusnya.

“Bila tidak terjadi gejala yang berat mereka diperkenankan pulang ke rumah untuk melanjutkan masa isolasinya agar pemulihan bisa berjalan maksimal,” imbuhnya.

Meskipun Rio menyebut terdapat satu tambahan kasus konfirmasi covid-19 hari ini. Pasien merupakan seorang tenaga kesehatan asal Kecamatan Rogojampi.

“Saat ini yang bersangkutan menjalani isolasi di RSUD Blambangan. Tracing juga telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan pada kontak eratnya,” pungkas Rio. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar