Pendidikan & Kesehatan

Pasien Covid-19 di RS Lapangan Malang Bisa ‘Ngafe’ dan Karaoke

Wali Kota Malang, Sutiaji saat meninjau RS Lapangan Polkesma.

Malang (beritajatim.com) – Pemprov Jawa Timur sedang mempercepat pembangunan Rumah Sakit Darurat Lapangan di Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma). RS Lapangan berkapasitas 306 kasur untuk pasien bergejala ringan hingga sedang di Malang Raya.

Wali Kota Malang, Sutiaji meninjau proses pembangunan RS Lapangan Malang bersama Dirut RSSA Malang dr Kohar Hari Santoso. Sutiaji mengatakan, Pemkot Malang sebagai penerima manfaat RS Lapangan mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Jatim atas pembangunan ini.

Menurutnya, RS Lapangan akan mengurangi beban rumah sakit rujukan dalam penanganan Covid-19. Seperti diketahui, hampir semua rumah sakit rujukan di Kota Malang tingkat okupansinya penuh 100 persen. Hal ini disebabkan oleh lonjakan kasus Covid-19 dalam satu pekan terakhir.

“Kami ucapkan terimakasih ke Pemprov Jatim, RS Lapangan Polkesma memang kami harapkan. Karena jumlah kasus per kasus setiap harinya akhir ini mengalami lompatan yang cukup fluktuatif. Saya minta mendorong segera diselesaikan supaya nanti tidak ada yang namanya isolasi mandiri,” ujar Sutiaji, Senin, (14/12/2020).

Usai berkeliling ke RS Lapangan, Sutiaji yakin pasien Covid-19 di tempat ini akan nyaman dalam menjalani proses pemulihan. Desain ruangan cukup nyaman, lingkungannya asri, dengan dilengkapi sejumlah fasilitas yang menunjang kebahagiaan. Antara lain peralatan olahraga, jogging track, televisi, kafe hingga tempat untuk karaoke.

“RS Lapangan sudah dibuat semaksimal mungkin agar nyaman saat di ruangan maupun di halaman RS Lapangan ada tamannya, ada jogging track, ada smart TV, kafe 24 jam, tempat karaoke semua untuk menjaga imun teman-teman yang masuk RS Lapangan,” tutur Sutiaji.

Sementara itu, kepala RS Lapangan Polkesma dr Heri Sutanto mengatakan tempat isolasi ini dibuat senyaman mungkin agar meningkatkan imunitas pasien. Untuk, membantu operasional rumah sakit mereka menyediakan tenga kesehatan meliputi 10 dokter umum, 20 perawat, 4 apoteker, 4 ahli gizi, 20 tenaga non medis, dan 12 tenaga keamanan.

“Dibuat senyaman mungkin agar imun tubuh pasien yang akan dirawat di sini meningkat, karena mereka bahagia bisa menyalurkan hobinya. Kalau hobi berkebun bisa di taman, yang hobi karaoke bisa bernyanyi di kafe, begitu pula yang hobi berolahraga ada speda statis, jogging track hingga treadmill,” tandas Heri. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk