Pendidikan & Kesehatan

Pasien Covid-19 di Ponorogo Sembuh Setelah Jalani 19 Kali Test Swab

Getty Images/BBC

Ponorogo (beritajatim.com) – Satu pasien positif Covid-19 klaster penularan asrama haji Sukolilo Surabaya akhirnya dinyatakan sembuh. Pasien dari Kecamatan Slahung itu menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit selama 2 bulan.

Selama itu tim dokter sudah melakukan test Swab kepada yang bersangkutan sedikitnya 19 kali. “Dinyatakan sembuh setelah dua swab terakhir hasilnya negatif,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Senin (8/6/2020).

Dengan kesembuhan pasien berjenis kelamin laki-laki itu, kini tinggal 2 pasien Covid-19 klaster asrama haji Sukolilo yang belum sembuh. Dengan kesembuhan ini, diharapakan bisa menjadi semangat bagi kedua pasien bahwa virus Covid-19 bisa disembubkan.

Selain kesembuhan pasien klaster asrama haji Sukolilo, kabar kesembuhan juga diterima oleh perempuan 18 tahun asal Kecamatan Babadan. Padahal, perempuan yang merupakan karyawan dari salah satu swalayan di bumi reyog itu diumumkan terkonfirmasi positif Covid-19 belum ada seminggu, yakni pada tanggal 3 Juni lalu.

Bupati Ipong Muchlissoni

Pasien ini merupakan penularan dari transmisi lokal, terjaring saat rapid test massal yang dilakukan tim Satgas Penanggulangan Covid-19 sebelum Hari Raya Idul Fitri lalu. “Alhamdulillah, karyawan swalayan yang belum genap seminggu dinyatakan positif, sekarang sudah sembuh. Dengan ini pasien yang sembuh menjadi 20 orang,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini menyebut pasien Covid-19 yang sembuhnya dibilang cepat itu, karena daya tahannya bagus. Selain itu swab saat ini, hasilnya lebih cepat daripada hasil Swab-swab sebelumnya.

Sebab adanya sistem zonasi, dulu Swab bisa lebih 10 hari hasilnya keluar. Tetapi dengan sistem tersebut, hasil Swab bisa diketahui 5 hari saja. “Dari sistem zonasi ini, hasil Swab bisa diketahui lebih cepat dibanding sebelum-sebelumnya,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar