Pendidikan & Kesehatan

Pasien Covid-19 di Ponorogo Meninggal Ada 99 Orang

Ponorogo (beritajatim.com) – Ponorogo sudah melakukan Pelaksaanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai tanggal 22 Januari lalu. Hal tersebut dilakukan karena merebaknya virus corona di bumi reyog. Hampir setiap hari selalu ada penambahan kasus konfirmasi baru. Terakhir, ada tambahan 79 kasus. Jumlah tersebut menjadi kasus penambahan tertinggi selama pandemi ini.

“Total kasus Covid-19 Ponorogo sampai saat ini memcapai 1.815 orang. Jumlah tersebut setelah ada penambahan sebanyak 79 kasus konfirmasi baru,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Minggu (24/1/2021).

Penambahan 79 kasus baru tersebut, terdiri dari 41 orang yang merupakan kontak erat kasus Covid-19 sebelumnya. Pasien suspek dengan gejala ringan sampai berat yang mengarah ke Covid-19 ada 31 orang. Setelah dilakukan pemeriksaan PCR didapatkan hasil positif. Kemudian ada 6 orang dengan pemeriksaan RDT Antigen positif/ RDT Antibody reaktif dan 2 orang dengan pemeriksaan PCR mandiri dan didapatkan hasil positif.

“Jadi penambahan itu ada dari riwayat kontak erat kasus sebelumnya, pasien yang suspek dan orang yang melakukan rapid antigen dan pemeriksaan PCR secara mandiri. Setelah ditindaklanjuti hasilnya positif,” katanya.

Selain ada penambahan dari jumlah kasus konfirmasi baru, Ipong juga mengumumkan kasus kesembuhan dan pasien Covid-19 yang meninggal. Jumlah total pasien Covid-19 yang sembuh ada 1.332 orang. Setelah ada penambahan 18 kasus yang dinyatakan sembuh dan telah menyelesaikan isolasi.

Sementara itu, untuk kasus pasien Covid-19 yang meninggal, ada tambahan 4 pasien. Yakni ada laki-laki berusia 43 tahun asal Kecamatan Ponorogo. Perempuan 58 tahun dan 75 tahun. Mereka masing-masing berasal dari Kecamatan Ponorogo dan Pulung. Sisanya ada perempuan usia 75 tahun asal Kecamatan Mlarak.

“Dengan tambahan itu, jumlah pasien yang meninggal total semua mencapai 99 orang,” katanya.

Ipong menambahkan jika PPKM ini hendaknya dijadikan proses adaptasi kebiasaan baru di tengah masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Itu dilakukan supaya masyarakat tetap produktif di tengah pandemi dan tidak tertular Covid-19.Dia mengajak masyarakat untuk menekan penularan dengan cara tetap di rumah saja. Tidak bepergian jika tidak mendesak, dan selalu menerapkan 3M (Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak dan hindari kerumunan, Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin)

“Itu salah satu cara uang efektif untuk mencegah penularan Covid-19,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar