Pendidikan & Kesehatan

Pasien Covid-19 di Gresik yang Sembuh Tembus 1.052 Orang

Foto ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) – Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Gresik tembus 1.052 orang. Dilansir dari data satgas setempat, ada tambahan 51 orang yang dinyatakan sembuh. Kondisi ini diharapkan pasien yang sembuh terus meningkat meski pandemi corona belum berakhir.

Dari tambahan 51 pasien, paling banyak dari Kecamatan Duduksampeyan. Daerah tersebut ada 28 orang dari 9 desa. Disusul berikutnya dari Kecamatan Menganti 8 orang yang berasal dari 5 desa. Selanjutnya, Kecamatan Kebomas ada 7 orang yang dinyatakan sembuh dari 5 desa.

“Jumlah pasien Covid-19 terus bertambah. Harapan dari Pemkab Gresik meski sudah tatanan new normal. Penegakan protokol kesehatan tetap dijalankan,” ujar Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Reza Pahlevi, Kamis (30/07/2020).

Lebih lanjut Reza menuturkan, meski tambahan pasien yang sembuh naik signifikan. Tetapi, angka pasien yang terpapar positif juga naik, atau ada tambahan 31 orang.

“Total pasien positif Covid-19 dan masih menjalani perawatan medis mencapai 1.783 orang, dan kami optimis di hari berikutnya pasien sembuh akan bertambah lagi, tuturnya.

Diakui Reza, selain fokus ke penanganan pasien Covid-19. Pemkab Gresik juga menyediakan tempat rehabilitasi dan observasi di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos). Di tempat tersebut ada 100 lebih bed yang siap menampung pasien tanpa dipungut biaya.

“Semuanya gratis tapi ada beberapa syaratnya. Pasien yang dirawat disana berumur 17 hingga 50 tahun. Tidak mempunyai penyakit penyerta dan mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sesuai dengan Perbup 22 tahun 2020. Pemkab Gresik tak henti-hentinya mensosialisasikan peraturan tersebut. Bahkan, agar masyarakat sadar. Setiap kendaraan dinas organisasi perangkat daerah (OPD) ditempeli stiker tentang himbauan mengkedepankan protokol kesehatan.

Selain kendaraan dinas OPD. Mobil pribadi yang masuk ke Kantor Pemda Gresik juga wajib ditempeli stiker tersebut. Langkah ini diambil agar penanganan Covid-19 tidak hanya tanggungjawab pemerintah daerah melainkan juga masyarakat juga turut dilibatkan.

“Tanpa dukungan dan kedisplinan masyarakat. Penanganan virus Covid-19 tak ada artinya. Untuk itu, jangan sampai penyebaran virus ini semakin tinggi. Peran serta masyarakat soal penegakan protokol kesehatan tetap digaungkan,” tandas Reza. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar