Pendidikan & Kesehatan

Pasien Covid-19 di Bangkalan Melonjak, RSUD Syamrambu Kekurangan Tenaga Medis

IGD RSUD Syarifa Ambami Ratoh Ebu (Syamrabu)

Bangkalan (beritajatim.com) – Kasus Covid-19 di Bangkalan saat ini terus meningkat setiap harinya. Sehingga, ruang perawatan Covid-19 di RSUD Syarifa Ambami Ratoh Ebu (Syamrabu) hampir penuh.

Menurut Direktur RSUD Syamrabu, dr Nunuk Kristiani menyebutkan hingga saat ini Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat penggunaan tempat tidur telah mencapai 77 persen.

“Iya Bor rumah sakit sudah mencapai 77 persen, dari jumlah itu rinciannya 168 diruang perawatan dan 8 pasien di ICU,” ungkapnya, Rabu (16/6/2021).

Ia juga menyebut, saat ini kapasitas ruang perawatan Covid-19 sebanyak 216. Jumlah ini sudah meningkat dibandingkan sebelumnya hanya 150 tempat tidur.

Selain itu, hampir penuhnya ruang penanganan Covid-19 itu juga disebabkan enggannya pasien untuk dirujuk ke rumah sakit yang ada di Surabaya. Pasien lebih memilih untuk dirawat di RSUD Syamrabu, sebab jaraknya lebih dekat.

“Akibatnya, di IGD sendiri terjadi antrian untuk masuk. Jadi pasien yang sudah negatif ataupun sudah bisa rawat jalan akan dipulangkan untuk isolasi mandiri (isoman) sehingga pasien lain bisa masuk,” tambahnya.

Nunuk juga menyebut saat ini pihaknya membutuhkan tambahan tenaga kesehatan. Sebab, sebanyak 35 nakes RSUD Syamrabu masih dalam perawatan akibat Covid-19.

“Kita buka rekrtumen dan ada 40 perawat dan 3 analis medis sudah masuk. Kami masih butuh beberapa tenaga lain salah satunya tenaga radiografer,” tutupnya.

Saat ini pemerintah Kabupaten Bangkalan juga telah menyiapkan gedung asrama di Universitas Trunojoyo Madura untuk digunakan sebagai rumah isolasi. Tak hanya itu, RS darurat di BPWS kaki suramadu juga tengah disiapkan.[sar/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar