Pendidikan & Kesehatan

Pasca Seorang Dokter Meninggal Positif Covid-19, Ruang IGD RSUD Tuban Ditutup

Tuban (beritajatim.com) – Setelah adanya seorang dokter yang meninggal dunia dan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, membuat pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Koesma Tuban menutup sementara pelayanan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Penutupan ruang IGD tersebut akan dilakukan selama 7 hari kedepan dengan dimulai pada hari Selasa (6/10/2020) besok. Sehingga warga Tuban yang membutuhkan rawat jalan diajurkan untuk beralih mencari rumah sakit lain mulai Senin (5/10/2020).

Direktur RSUD dr R Koesma Tuban, dr Saiful Hari mengatakan keputusan penutupan sementara itu setelah dilakukan rapat bersama dengan pihak manajemen setelah adanya seorang dokter IGD yang meninggal dunia karena Covid-19 beberapa waktu lalu.

“Kami tegaskan yang dilockdown (yang ditutup) hanya ruang IGD. Kalau pelayanan yang lain masih seperti biasa. Sedangkan, pelayanan rawat jalan telah dialihkan di rumah sakit yang lain,” terang dr Saiful Hadi, Direktur RSUD dr R Koesma Tuban saat dikonfirmasi terkait penutupan ruang IGD itu.

Ia menjelaskan, dengan adanya seorang dokter yang meninggal dunia akibat Covid-19 itu tim gugus tugas telah melakukan tracing terhadap beberapa dokter dan juga perawat yang merupakan satu tim dengan yang dokter yang telah meninggal dunia itu. Dari hasil tracing itu diketahui ada satu dokter dan dua perawat yang juga dinyatakan positif Covid-19 serta sisanya hasilnya negatif.

“Saat ini 1 dokter dan 2 perawat yang terpapar covid-19 sedang berada di ruang isolasi. Sedangkan, tenaga medis yang tidak terpapar tetap diminta isolasi mandiri,” sambung dr Saiful Hadi yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan Tuban itu.

Adapun dari satu group dengan dokter IGD yang telah meninggal dunia itu sejauh ini terdapat sebanyak 13 orang yang telah menjalani tracing. Namun tim gugus akan kembali melakukan tracing pada seluruh tenaga medis yang bertugas di ruang IGD yang jumlahnya 40 orang dan dites swab, termasuk tukang bersih dan security.

Sementara itu, satu dokter yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 itu diketahui bernama dr. Devid Erfiyanto, yang bertugas di IGD RSUD dr R Koesma Tuban. Ia dinyatakan tertular virus mematikan Covid-19 saat menangani pasien tanpa gejala.

Meskipun ketika menangani pasien tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Namun, yang bersangkutan memiliki penyakit bawaan sehingga rentan tertular Covid-19.

“Kami selalu meminta kepada masyarakat Kabupaten Tuban agar selalu menjaga protokol kesehatan covid-19. Setiap aktivitas sebaiknya menggunakan masker dan selalu rutin melaksanakan pola hidup sehat dan bersih. Setiap keluar rumah sebaiknya selalu menggunakan masker,” pungkasnya.[mut/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar