Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Pasca Pandemi, Titik Donor UDD PMI Pamekasan Belum Optimal

Kepala UDD PMI Pamekasan, dr Achmad Syafirullah.

Pamekasan (beritajatim.com) – Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, dr Achmad Syafirullah menyatakan titik donor darah dalam kegiatan sosial aksi donor darah di wilayah setempat, belum berjalan optimal khususnya pasca pandemi Coronavirus Disease 2019.

Kondisi tersebut bukan tanpa alasan, sebab selama masa pandemi yang terjadi sejak dua tahun terakhir, justru membuat pihak UDD PMI Pamekasan, harus bekerja ekstra keras untuk selalu mengantisipasi sekaligus memenuhi kebutuhan stok darah.

Salah satunya melalui kebijakan pendonor pengganti dengan tagline ‘Donor Darah Gotong Royong’. Bahkan langkah tersebut terbilang konkrit, sehingga UDD PMI Pamekasan, mampu mengantisipasi kekosongan stok darah selama pandemi Covid-19.

“Memang kami akui, pasca pandemi Covid-19 yang hampir tuntas dan berlangsung selama dua tahun, membuat kami harus kembali beradaptasi. Termasuk titik-titik kantong darah, tentunya juga membutuhkan proses adaptasi,” kata dr Achmad Syafirullah kepada beritajatim.com, Rabu (25/5/2022).

Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab selama pandemi Covid-19 terdapat kebijakan sosial distancing dan menghindari kerumuman. Sehingga membuat kondisi kantong darah tidak maksimal seperti sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

“Karena pandemi hampir tuntas, titik-titik donor masih perlu kembali melakukan adaptasi ulang untuk melakukan donor darah. Biasanya kita mendapat 80 kantong, pasca pandemi hanya 25 hingga 30 kantong, di sekolah yang biasa mendapat 40 kantong, pasca pandemi hanya mendapat 15 hingga 20 kantong,” ungkapnya.

Dari itu, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai langkah untuk memenuhi kebutuhan stok darah. Sekaligus meminta dukungan rill dari seluruh stakeholders maupun elemen masyarakat untuk bahu-membahu mendukung kegiatan sosial donor darah.

“Dukungan dan langkah nyata dari seluruh elemen masyarakat tentunya sangat kami harapkan, salah satunya dengan menambah titik-titik (donor darah) baru sambil kami melakukan optomalisasi dan melestarikan titik-titik donor yang sudah ada,” imbaunya.

Berbagai langkah lainnya juga dilakukan UDD PMI Pamekasan, guna menggenjot persediaan stok darah. Di antaranya dengan mengirimkan surat ke sejumlah instansi pemerintahan dan kantor-kantor lainnya untuk kembali melakukan aksi donor darah.

“Upaya lain yang kami lakukan, salah satunya dengan mengirimkan surat ajakan donor darah ke sejumlah dinas maupun perkantoran swasta. Termasuk beberapa lembaga pendidikan yang sudah mulai melakukan aksi donor darah, sekalipun sejauh ini masih belum sepenuhnya optimal,” pungkasnya.

Berdasar update terakhir, total ketersediaan darah di UDD PMI Pamekasan sebanyak 227 kantong darah. Meliputi sebanyak 130 kantong darah golongan A, 80 kantong darah golongan B, 8 kantong darah golongan O, serta 9 kantong darah golongan AB. [pin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar