Pendidikan & Kesehatan

Pasar Kota Bojonegoro Akan Ditutup Total Selama Dua Hari

Pasar Kota Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebagai tindaklanjut adanya 86 pedagang sayur yang reaktif positif saat menjalani Rapid Tes, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro akan menutup sementara Pasar Tradisional Kota Bojonegoro.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro Masirin mengatakan, penutupan pasar kota akan dilakukan secara total selama dua hari, yakni mulai tanggal 9 – 10 Maret 2020. Selama ditutup, seluruh kawasan pasar akan disterilkan dengan penyemprotan disinfektan.

“Selama dua hari itu semua kawasan pasar akan disemprot total dengan disinfektan,” ujarnya, Kamis (7/5/2020).

Setelah dilakukan sterilisasi dari Virus Corona atau Covid-19, petugas selanjutnya akan melakukan penataan ulang penempatan pedagang pasar dengan standar protokol Covid-19.

“Tanggal 11 Mei penataan lapak penjual dengan memberi garis batas menggunakan pilok di jalan,” terangnya.

Pembatasan jam buka di pasar tradisional juga akan diberlakukan, mulai dari pukul 04.00 – 07.00 WIB bagi pedagang sayur yang ada di jalan, dan pukul 06.00 – 14.30 WIB pedagang yang ada di dalam pasar. Agar tidak terjadi simpang siur informasi, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada para pedagang selama dua hari tanggal 7 – 8 Maret 2020.

Beberapa keputusan tersebut merupakan kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh Sekda Bojonegoro, Kapolres, Kepala Kejari, Dandim 0813 Bojonegoro, Kadishub, Kadinkes, dan beberapa OPD lain melalui rapat yang digelar di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro.

Sementara diketahui, hasil rapid tes yang dilakukan terhadap 269 pedagang di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro diketahui ada 86 orang yang reaktif positif. 75 pedagang dari Bojonegoro dan 11 orang dari Kabupaten Tuban. Rapid Tes dilakukan setelah sebelumnya diketahui ada satu pedagang yang dinyatakan positif dan meninggal dunia. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar