Pendidikan & Kesehatan

Antisipasi Penyebaran Covid-19

Para Santri di Pamekasan Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Pamekasan (beritajatim.com) – Tim Satgas Covid-19 Pamekasan melakukan langkah antisipatif sekaligus upaya pencegahan terhadap penyebaran wabah virus corona alias Covid-19, khususnya bagi para santri yang sudah mulai kembali ke pesantren.

Salah satunya dilakukan di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Selasa (2/6/2020) kemarin. Di mana para santri mulai  kembali ke pesantren dan mereka harus menjalani pemeriksaan dari tim medis sebelum masuk kompleks pesantren.

“Hal ini kita lakukan sebagai langkah antisipatif sekaligus mencegahan atas wabah virus corona, apalagi saat ini sudah memasuki masa aktif pesantren yang sudah libur Ramadan 1441 Hijriyah,” kata Tim Satgas Covid-19 Pamekasan, Sigit Priyono, Rabu (3/6/2020).

Lebih lanjut diungkapkan, langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari edaran yang disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa seputar masa santri kembali ke pesantren. “Kami akui hal ini bukan hanya terjadi di Pamekasan, tetapi juga di seluruh Jawa Timur, berdasar edaran dari Bu Guburnur Jatim,” ungkapnya.

“Memang saat ini pemkab Pamekasan tengah menggodok skenario seputar proses pembelajaran di sejumlah lembaga pendidikan, tidak terkecuali di lembaga pendidikan pesantren. Namun proses pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipatif sekaligus upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19,” jelasnya.

Salah satu santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Penyebab, menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Tim Medis.

Berdasar update peta sebaran Covid-19 Pamekasan, saat ini terdata sebanyak 27 orang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Terdiri dari sebanyak 9 orang yang dinyatakan sembuh, empat orang meninggal dunia dan sebanyak 14 orang lainnya dirawat di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan dan RSUD Waru Pamekasan.

Sementara status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Pamekasan, terdata sebanyak 65 orang. Meliputi sebanyak 40 orang dalam pengawasan, 12 orang selesai dan 13 orang lainnya meninggal dunia. Sedangkan untuk status Orang Dalam Pantauan (ODP) terdata sebanyak 475 orang, terdiri dari sebanyak 464 orang dinyatakan selesai pemantauan, serta sebanyak 11 orang lainnya tengah dalam pemantauan tim Satgas Covid-19 Pamekasan.

Sebelumnya sejumlah legislator Pamekasan juga meminta pemkab setempat, agar segera memfasilitsi santri saat hendak kembali ke pesantren pasca menjalani masa libur Ramadan 1441 Hijriyah. Salah satunya dengan menjamin kesehatan dan keselamatan para santri saat belajar di pesantren. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar