Pendidikan & Kesehatan

Para Guru Diajak Tetap Semangat Mengajar di Tengah Pandemi

Pamekasan (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Akhmad Zaini mengajak para guru di wilayah setempat agar tetap bersemangat dalam mengajar dan mendidik peserta didik, sekalipun tengah dalam pandemi Coronavirus Disease 2019.

Hal tersebut bersamaan dengan momentum Hari Guru Nasional (HGN) 2020 yang diperingati setiap tanggal 25 November, sekaligus mengajak para tenaga pendidik khususnya di lingkungan instansi yang dipimpinnya, agar selalu memiliki motivasi berlipat untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Bersamaan dengan momentum Hari Guru Nasional ini, kami mengajak para guru agar tetap bersemangat untuk mengajar dan mencerdaskan generasi penerus bangsa, sekalipun saat ini tengah dalam kondisi pandemi Covid-19,” kata Kepala Disdik Pamekasan, Akhmad Zaini, Kamis (26/11/2020).

Terlebih selama ini, seluruh sekolah di Pamekasan juga sudah mulai menjalankan proses pembelajaran sekalipun dengan model daring dan luring. “Jadi ada tiga hal yang harus kita jalankan meskipun saat ini kita harus menghadapi pandemi,” ungkapnya.

“Pertama pendidikan tidak boleh berhenti dalam situasi apapun, termasuk adanya pandemi seperti saat ini. Kedua guru tidak boleh kehilangan cara untuk mengabdi dan tentunya juga tidak boleh dirugikan. Ketiga murid tidak boleh menjadi korban,” jelas pria yang akrab disapa Zaini.

Disinggung soal kesejahteraan guru yang selama ini sempat menjadi sorotan, khususnya para tenaga honorer non katagori. Pihaknya berharap agar hak mereka harus diberikan sesuai dengan ketentuan. “Tentu kami berharap agar sekolah tidak mengurangi honor guru non katagori, meskipun ada pandemi,” harapnya.

“Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, biaya pendidikan justru semakin naik. Salah satunya karena adanya model pembelajaran jarak jauh, kondisi ini tentunya menjadi tantangan bagi kita semua agar selalu memberikan yang terbaik untuk mencerdaskan anak bangsa,” pungkasnya.

Selama msa pandemi Covid-19, Disdik Pamekasan mengeluarkan edaran bagi sekolah untuk menerapkan pembelajaran model daring dan luring sejak 23 September 2020 lalu. Bahkan proses pembelajaran normal juga belum dilakukan sekalipun saat ini Pamekasan terdata sebagai zona kuning Covid-19.

Memang saat ini kabupaten Pamekasan sudah tercatat sebagai zona kuning penyebaran Covid-19 alias zona dengan katagori rendah. Namun Disdik Pamekasan justru menunggu zona hijau untuk mengeluarkan edaran proses pembelajaran normal. [pin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar