Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Akhir Program TerusBelajar

Pandemi, Guru di Kediri Ubah Cara Mengajar Daring Jadi Menyenangkan

Kediri (beritajatim.com) – Puluhan pendidik asal Kota Kediri merayakan berakhirnya program TerusBelajar di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Kediri. ‘TerusBelajar’ diprakarsai oleh Kampus Pemimpin Merdeka (KPM) dan NusantaRun, serta berkolaborasi dengan Disdikbud Kota Kediri untuk mendukung guru dan kepala sekolah menghadapi situasi pandemi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Siswanto, mengatakan, menderita belajar seharusnya tidak lagi dialami oleh para murid. Ia mengucapkan terima kasih pada KPM dan NusantaRun yang telah memberikan beasiswa belajar untuk guru dan memperkenalkan prinsip merdeka belajar melalui program ‘TerusBelajar’ di Kediri.

“Sepintar-pintarnya guru, sepintar-pintarnya kepala sekolah dan pengawas, kalau dampaknya tidak sampai ke murid tidak ada artinya. Semoga tidak ada lagi murid yang menderita belajar melainkan merdeka belajar,” tukasnya.

Basuki, guru SD Negeri 1 Tosaren Kota Kediri, peserta program ‘TerusBelajar’, mengungkapkan, pandemi sebenarnya tidak hanya membuat murid menderita belajar tapi juga guru menderita mengajar.

“Sebelum pandemi mengajar itu menyenangkan. Ketika pandemi datang, saya syok, terpuruk, bahkan stres. Saya kebingungan bagaimana bisa mengajar secara online dengan efektif,” kata Basuki,

Banyak muridnya tidak bisa bergabung kelas daring karena tidak punya gawai dan kuota internet. Beberapa diantaranya harus menggunakan satu gawai bergantian dengan saudaranya. Basuki kesulitan mengatur waktu antara pekerjaannya sebagai seorang guru dan urusannya di rumah. Pasalnya, Ia harus rela bekerja hingga malam agar bisa. [nm].


Apa Reaksi Anda?

Komentar