Pendidikan & Kesehatan

Pandemi Covid, PPG 19 Guru PAI di Ponorogo Ambyar

Ketua AGPAII Ponorogo, Dahlan (foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 ternyata juga berimbas pada program pendidikan profesi guru (PPG). Ya, sejak corona merebak sejak tahun lalu, tidak asa lagi untuk kegiatan peningkatan profesional untuk guru itu.

Hal tersebut berdampak pada 19 guru pendidikan agama Islam (PAI) di Ponorogo tidak bisa memproses sertifikasi gurunya. Sebab, tahun lalu mereka tidak mengikuti PPG, dimana itu menjadi salah satu persyaratan dalam proses sertifikasi.

“Ada sekitar 19 guru PAI yang tahun ini tidak bisa memproses sertifikasi, ya karena tahun lalu tidak mengikuti PPG,” kata Ketua DPC Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Ponorogo, Dahlan, Kamis (18/3/2021).

Dahlan mengungkapkan bahwa sebenarnya mereka bisa mengikuti PPG, namun dengan biaya sendiri. Tetapi biaya untuk PPG itu dirasa terlalu mahal kalau dibiayai sendiri. Untuk menyiasati persoalan tersebut, pihaknya sebenarnya sudah mengusulkan, bahkan mendesak kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo untuk membiayai PPG tersebut. Namun, kenyataannya Kemenag juga tidak mempunyai anggaran untuk itu. Begitu pula juga dengan Pemda setempat juga anggarannya tidak ada.

“Ya alasannya masih pandemi Corona,” katanya.

Dari tidak ikut PPG ini, maka tidak dapat sertifikat, sehingga ujung-ujungnya tidak bisa menerima tunjangan. Padahal mereka ini merupakan guru non PNS dengan gaji yang sangat minim. Dahlan menyebut jika pihaknya juga belum tahu kejelasan keputusan PPG ini akan diselenggarakan. Sebab, belum adanya anggaran untuk pelaksanaannya.

“Ya harapannya kami segera diadakan PPG, supaya tahun berikutnya bisa dapat mengurus sertifikasi dan mendapatkan tunjangan,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar