Pendidikan & Kesehatan

Pandemi Covid-19, WHO Ajurkan Warga Beraktifitas 30 Menit Perhari

ilustrasi

Sampang (beritajatim.com) – Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat dituntut untuk beraktifitas menjaga kebugaran tubuh di sekitar rumah dalam situasi yang serba terbatas.

Dokter Spesialis Rehabilitas Medik RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang dr. Ikhwan Muhammad menyampaikan, aktifitas masyarakat saat pandemi memang berkurang. Yang seharusnya dilakukan di tempat lain terpaksa dilaksanakan di sekitar rumah.

Menurutnya, kondisi tersebut akan mengganggu kesehatan masyarakat serta akan muncul gangguan jika tidak segera dilakukan langkah antisipasi. “Memang masalahnya sekarang rata-rata aktifitasnya berkurang,” terangnya, Selasa (31/8/2021).

Ikhwan menjelaskan, aktifitas yang ringan saluran darah berpotensi tidak lancar. Padahal perannya penting untuk mensuplai nutrisi ke seluruh bagian tubuh. Jika saluran darah terhambat banyak organ tubuh yang tidak sehat. Fungsi saluran darah juga membuang racun dari tubuh. Kalau salurannya tidak lancar akan menimbulkan penyakit yang bervariasi. Diantaranya asam urat, koleterol, deabitas dan yang lainnya.

Efek lain yang timbul akibat kurang aktifitas yakni ganggua otot dan tulang. Ikhwan menuturkan, otot dan tulang yang dibiarkan tidak beraktifitas ukurannya akan mengecil. Menurutnya, otot sama tulang bisa dibentuk dan dihancurkan setiap waktu. Padahal, otot dan tulang penting untuk kebutuhan sehari-hari.

Dalam situadi saat ini, WHO menganjurkan agar masyarakat beraktifitas sedang minimal 30 menit perhari. Aktifitas tersebut berlangsung selama 150 menit dalam seminggu.

Ikhwan aktifitas dengan intensitas sedang bisa diketahui dari denyut nadi. Ukuran paling untuk mengukurnya dengan cara mencoba berbicara saat beraktifitas. Jika masih bisa ngombrol dengan normal berarti aktifitasnya masih ringan. “Kalau kita ngos-ngosan ketika berbicara sambil beraktifitas, berarti aktifitas kita sedang. Ini cara paling sederhana,” ungkapnya.

Di rumah banyak aktifitas yang bisa menjadi pemicu menjaga kebugaran tubuh. Apa saja bisa menjadi olahraga asal ada target waktu dan berkelanjutan. “Yang paling cepat meningkatkan intensitas olahraga yakni menggunakan otot besar seperti kaki,” tandasnya.[sar/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar