Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa Unusa Bahas Digitalisasi Pasar

Surabaya (beritajatim.com) – Inovasi baru diterapkan oleh Mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi 2018 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Risa Listiana, salah satu mahasiswa mengatakan, bisnis dan belanja online mulai marak selama pandemi virus corona.

Para mahasiswa Prodi S1 Akuntansi 2018 Unusa itu kemudian menggelar diskusi online dengan tema digitalisasi pasar di masa pandemi. Diskusi dilakukan melalui Whatsapp (WA) Grup. Dengan menghadirkan narasumber Rahmat Selamet yang merupakan Mahasiswa Ekonomi Syariah UIN Raden Fatah Palembang serta fasilitator Akademi Bisnis Digital (ABDI) Kota Palembang.

Risa menjelaskan saat pandemi seperti ini kebiasaan masyarakat berubah dari yang sebelumnya offline atau bertatap muka, menjadi serba online. Kondisi ini yang membuat mahasiswa Akuntansi Unusa 2018 membuat diskusi online karena ketertarikan untuk masuk di dunia bisnis online itu meningkat.

“Saat ini banyak yang ingin menjalankan usaha, sedang merintis usaha, maupun ingin mengembangkan usaha yang dimilikinya dengan online,” ucap Risa yang juga menjadi moderator acara tersebut, Sanin (6/7/2020).

Risa memiliki saran, untuk pertama kali ingin mencoba bisnis online bisa dimulai dengan menjadi reseller, dropshiper, affiliate toko yg sudah sekalian menyediakan websitenya. “Jadi tidak harus keluar biaya yang cukup besar untuk memulai bisnis online,” ucapnya.

Selama menjalankan bisnis online diharapkan menyiapkan empat pondasi pertama harus cari tahu produk yang ideal di era digital. Kedua menyiapkan website dan funnel yang akan digunakan untuk jual online. “Website ibarat toko kita, sedangkan funnel ialah seperti penggiringan opini customer untuk membeli produk kita, mulai dari edukasi produk hingga customer tertarik untuk membeli produk kita,” ucap Risa.

Virus Corona

Langkah ketiga mulai belajar cara mendatangkan traffic untuk melihat website yang digunakan untuk bisnis online. Langkah keempat mulai membuat konten yang berkualitas dan semenarik mungkin, terutama ketika menjalankan sosial media marketing.

“Tidak semua orang bermain sosial media itu ingin belanja sebisa mungkin untuk membuat konten yang berkualitas dan menarik sehingga customer tertarik untuk mengunjungi toko kita dan berujung closing,” ucap Risa.

Risa menjelaskan dalam menjalankan digital marketing itu butuh proses, tidak instan, dan perlu konsistensi didalamnya. “Teknik copywriting juga cukup dibutuhkan dalam hal ini,” ujarnya. [way/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar