Pendidikan & Kesehatan

Pandemi Covid-19, LAZISNU Kabupaten Kediri Sediakan Layanan Rehabilitasi Sosial dan Mental

Kediri (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 yang terus berlangsung tidak hanya berdampak pada masalah sosial ekonomi saja tetapi mental spiritual juga harus menjadi perhatian. Oleh sebab itu, NU Care for Humanity (NUCH) LAZISNU Kabupaten Kediri kini fokus pada rehabilitasi sosial ekonomi dan rehabilitas mental spiritual.

Gerakan ini difokuskan di lima kecamatan yakni Ringinrejo, Pagu, Wates, Pare dan Puncu. Relawan Posko NUCH tingkat Kecamatan terus melakukan koordinasi dan konsolidasi serta pendataan dan pemetaan terhadap warga terdampak Covid-19 bersama pihak kepolisian, pemerintah desa, para donatur, dan masyarakat.

Ketua NU Care LAZISNU Kabupaten Kediri, H. Muhammad Badrus Munir mengatakan, sentuhan Mental Spiritual Untuk memberikan edukasi, pihak aparat, pemerintah desa dan tokoh masyarakat memberikan pemahaman tentang Covid-19.

“Tokoh masyarakat yang dipimpin Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU se-Kabupaten Kediri melakukan doa dan penguatan spiritual kepada tim relawan serta masyarakat terdampak,” ungkapnya, seperti dilansir nu.or.id.

Sejauh ini NU telah melakukan gerakan dan pendirian Posko NUCH di 26 kecamatan ini benar-benar bermanfaat sesuai fungsinya, yakni pusat pendataan, pemetaan, dan pergerakan rehabilitasi sosial-ekonomi masyarakat di Kabupaten Kediri. “Dilanjutkan dengan kegiatan penyemprotan disinfektan, pembagian hand sanitizer dan masker kepada warga,” kata H Muhammad Badrus Munir.

Tidak hanya itu, puluhan posko pembantu kin i telah ada di sejumlah desa. Setiap harinya relawan yang ada di posko ini disibukkan dengan berbagai kegiatan, mulai dari menerima pengaduan dan laporan tentang kondisi masyarakat, khususnya berkenaan dengan ekonomi.

“Hal ini sangat wajar karena mayoritas warga di Kabupaten Kediri adalah tenaga kerja informal yang mengandalkan penghasilan dari aktivitas sekitar kampung mereka seperti pedagang, pekerja kasar, kuli angkut, kuli bangunan, yang semuanya mengharuskan berinteraksi dengan orang lain,” tutur Gus Bad, sapaan akrabnya.

Dan hingga saat ini NUCH telah membantu 250 kepala keluarga dengan bantuan paket sembilan bahan pokok atau Sembako. “Tidak hanya itu, 400 botol hand sanitizer dan seribu masker juga telah kami berikan kepada warga,” jelasnya.

Beberapa orang berkecukupan juga mendatangi posko NUCH ini dengan membawa berbagai macam sumbangan. Hal itu sekaligus melihat secara langsung data masyarakat yang masuk di dalam daftar penerima bantuan. “Dengan begini mereka dan calon donatur bisa melihat secara jelas bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat yang terdampak,” jelasnya. [nm/ted].

Apa Reaksi Anda?

Komentar