Pendidikan & Kesehatan

Pandemi Covid-19 Juga Berdampak pada Program PTSL di Ponorogo

Plt. Bupati Soedjarno secara simbolis memberikan sertifikat PTSL kepada warga, yang didampingi oleh Kepala BPN Ponorogo Arya Ismana [foto/Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 4.380 sertifikat Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) diserahkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ponorogo kepada masyarakat yang mengajukan program tersebut.

Karena di masa pandemi, penyerahan dilakukan secara simbolis kepada 6 orang pemilik sertifikat. “Tadi penyerahan virtual secara nasional oleh Presiden Jokowi. Kalau di Ponorogo tadi diserahkan oleh Plt. Bupati Soedjarno kepada perwakilan 6 orang penerima,” kata Kepala BPN Ponorogo Arya Ismana, Senin (9/11/2020).

Arya menyebut, pandemi Covid-19 turut berpengaruh terhadap program PTSL. Terutama pada proses PTSL di lapangan. Yakni, saat pelaksanaan penyuluhan dan pengukuran, petugas dari BPN Ponorogo harus memastikan kondisi tempat yang diukur tidak dalam zona merah Covid-19.

“Dalam pelaksanaan program PTSL ini, kita dituntut untuk berlari, namun juga harus tahu kondisi di lapangan. Kami harus sering-sering berkoordinasi dengan kelompok masyarakat (pokmas),” ungkap Arya.

Dari data BPN Ponorogo, target penerbitan sertifikat PTSL sebanyak 35.000 ribu bidang tanah di 26 desa pada tahun 2020. Dari periode Januari hingga November, BPN Ponorogo sudah menyerahkan sekitar 12.364 sertifikat. Dimana 4.380 sertifikat diantara diserahkan hari ini.

Sementara sisanya 22.636 sertifikat bidang tanah belum diserahkan, lantaran masih menunggu proses pengesahan. “Untuk sisanya yang 22.636, kami upaya Desember selesai. Karena tinggal tanda tangan saja, sebab masih manual. Tetapi secara sistem, target sudah selesai 100 persen,” pungkasnya.

Sementara itu Plt Bupati Soedjarno mewakili Pemkab Ponorogo mengucapkan terimakasih atas kerja keras BPN Ponorogo dalam penerbitan sertifikat PTSL. Dia mengapresiasi kinerja BPN Ponorogo, meski tahun ini pandemi Covid-19, tetapi tetap bertanggungjawab atas target yang dicanangkan.

Sedangkan untuk perwakilan yang menerima sertifikat PTSL, Soedjarno berpesan untuk dipergunakan dengan baik. “Sertifikat ini boleh buat angunan di bank, namun harus untuk kegiatan yang produktif,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar