Pendidikan & Kesehatan

Pandemi Covid-19, Angka Pengangguran di Kabupaten Malang Meningkat

Malang (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 berdampak meningkatnya angka pengangguran terbuka di Kabupaten Malang sebesar 1,79 persen.

Sebagai gambaran, angka pengangguran di Kabupaten Malang semula berada di angka 3,7 persen selama Agustus 2019 saja. Namun sampai Agustus 2020 tahun ini, angka itu melejit hingga mencapai 5,49 persen.

Jumlah 5,49 persen tersebut dari total seluruh jumlah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Dimana jumlah TPAK sendiri juga tentunya mengalami kenaikan.

“Kalau jumlah TPAK nya masih belum kita terima data lengkapnya. Tapi kalau tingkat pengangguran terbukanya naik menjadi 5,49 persen dari jumlah angkatan kerjanya,” ungkap Kepala Seksi Statistik Sosial dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, Nanang Widaryoko, Sabtu (7/11/2020).

Peningkatan jumlah pengangguran terbuka ini, beber Nanang, disebabkan beberapa hal. Beberapa diantaranya seperti pandemi Covid-19. Yang ternyata juga berdampak pada geliat industri di Indonesia. Khususnya juga di Kabupaten Malang.

“Dari survey rekan-rekan di lapangan, salah satu penyebabnya memang karena pandemi ini. Karena ada juga masyarakat Kabupaten Malang yang diberhentikan oleh perusahaan tempat dia bekerja di kota lain. Akhirnya mencari kerja di daerah asal. Itu juga berpengaruh terhadap peningkatan angka pengangguran ini,” tegas Nanang.

Untuk Malang Raya sendiri, sambung Nanang, peningkatan jumlah pengangguran terbuka tertinggi terjadi di Kota Malang. Dimana kenaikannya mencapai 3,7 persen. Disusul Kota Batu dengan kenaikan 3,51 persen. Dan terakhir Kabupaten Malang dengan kenaikan 1,79 persen.

Dari informasi yang dihimpun, secara umum hal ini terjadi merata hampir di seluruh wilayah Jawa Timur bahkan di Indonesia.

Sementara untuk di Jawa Timur Sendiri, BPS Provinsi Jawa Timur mencatat kenaikan jumlah pengangguran terbuka mencapai 2,24 persen. Dari yang semula 3,6 persen, menjadi 5,84 persen. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar