Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Pandemi Berdampak pada Kebutuhan Stok Darah di Pamekasan

Seorang relawan melakukan aksi donor darah di Kantor UTD PMI Pamekasan, Jl Raya Panglegur, Pamekasan. [Gambar: PMI Pamekasan]

Pamekasan (beritajatim.com) – Kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, dr Achmad Syafirullah menilai masa pandemi sangat memberikan berdampak terhadap ketersediaan stok darah, tidak tekecuali di unit yang dipimpunnya.

Kondisi tersebut membuatnya harus bekerja ektra keras dan selalu berupaya maksimal, bahkan tidak jarang sosialisasikan maupun himbauan gotong royong untuk mendukung ketersediaan stok kantong darah, juga dilakukan di berbagai kesempatan.

“Seperti kita ketahui bersama, bahwa selama masa pandemi ini memang sangat berdampak dan sangat mempengaruhi pada ketersediaan stok darah. Karena kondisinya memang belum memungkinkan,” kata Kepala UTD PMI Pamekasan, dr Achmad Syafirullah, Sabtu (5/3/2022).

Beruntung upaya keras yang dilakukan UTD PMI Pamekasan, masih dapat memenuhi kebutuhan stok darah sekalipun di tengah pandemi. “Alhamdulillah, stok darah di Pamekasan masih aman dan masih bisa melayani pasien. Walaupun dengan status tetap kejar-kejaran (memenuhi stok darah),” ungkapnya.

“Dari itu kami sangat berharap dukungan dari semua pihak maupun stakeholders untuk bersama-sama memenuhi kebutuhan stok darah. Baik dari para relawan, teman, sahabat dan lainnya, agar bersama mengantisipasi hal yang tidak memungkinkan,” ajaknya.

Memang selama ini, PMI Pamekasan menerapkan kebijakan pendonor pengganti bagi keluarga pasien yang membutuhkan stok darah. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memgantisipasi kelangkaaan kekosongan stok darah di UTD PMI Pamekasan.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mensiasati dengan menyiapkan souvenir bagi para pendonor sebagai langkah konkrit untuk menarik minat sekaligus mengajak masyarakat untuk melakukan aksi sosial dan kemanusiaan berupa aksi donor darah.

“Untuk ketersediaan stok darah, khususnya pada awal Maret 2022. Stok darah memang belum stabil dan belum normal seperti sedih kala. Sehingga masih membutuhkan dukungan donor pengganti dengan sistem gotong royong,” pungkasnya. [pin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar