Pendidikan & Kesehatan

Pakar UB : PSBB Efektif Bila Dilakukan Malang Raya

Wali Kota Malang, Sutiaji.

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang telah mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pada Rabu, (15/4/2020) kemarin. Kota Malang menjadi daerah pertama yang mengajukan PSBB di Jatim.

Draf PSBB telah diterima oleh Pemprov Jatim. Hasilnya, mereka merekomendasikan PSBB sebaiknya dilakukan bersama daerah lain di Malang Raya. Kota Batu dan Kabupaten Malang harus dilibatkan agar penerapan PSBB harus efektif.

Ketua Tim Kebijakan Publik Penanganan Penyebaran Covid-19 Universitas Brawijaya (UB), Unti Ludigdo mengatakan, pihaknya telah membuat kajian PSBB untuk wilayah Malang Raya. Namun, dari tiga daerah di Malang Raya hanya Pemkot Malang yang merespon kajian PSBB buatan para pakar UB.

“Memang kurang efektif kalau tidak dibarengi dengan wilayah lain di Malang Raya. Kami hanya membuat kajian mengenai penanganan penyebaran Covid-19 yang meliputi 3 daerah di Malang Raya. Sedangkan penyusunan dokumen merupakan tugas dan kewenangan pemerintah daerah,” papar Unti, Sabtu, (18/4/2020).

Unti mengatakan, PSBB harus dilakukan Malang Raya karena merupakan satu kesatuan secara sosiologis sehingga tidak bisa bila berjalan sendiri dalam upaya memutus mata rantai virus corona Covid-19. Memang rencana awalnya PSBB dilakukan oleh Malang Raya, namun akhirnya hanya Kota Malang yang mengajukan meski berakhir dengan revisi.

“Saran kami langkah terbaik dilakukan oleh 3 kepala daerah dalam melindungi warganya, yaitu dengan pengajuan PSBB. Apabila membaca jumlah korban, eskalasi penyebaran, dan transmisi virusnya sesungguhnya kurang tepat jika mengajukan sendirian,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar