Pendidikan & Kesehatan

Tentang Kesiapan New Normal Life

Pakar Sosiologi Unair: Pendekatan Sosial Belum Tergarap

Prof. Drs., Bagong Suyanto, M.Si., pakar sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga.

Surabaya (beritajatim.com) – Surabaya akan memasuki skenario New Normal. Tetapi, diketahui setiap harinya terdapat kasus positif yang bertambah. Pada Rabu (3/5/2020) tercatat sejumlah 2.803 kasus terkonfirmasi di Surabaya dengan recovery rate sebesar 0,5 persen dan dead rate sebesar 8,3 persen.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Drs. Bagong Suyanto, M.Si., pakar sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP Unair) memberikan penjelasan. Menurutnya, masyarakat di daerah mana pun belum siap dalam menghadapi new normal termasuk masyarakat Kota Surabaya. Hal tersebut dapat dilihat dari perilaku masyarakat yang sulit untuk memenuhi protokol kesehatan terutama masyarakat di daerah padat penduduk.

Selain itu, sambungnya, pendekatan yang dikembangkan pemerintah selama ini lebih banyak pada pendekatan yang sifatnya ancaman hukuman atau regulasi. Di mana jika dilihat keadaan masyarakat saat ini lebih membutuhkan pendekatan alternatif dengan basis reward atau insentif pada masyarakat.

“Jadi mestinya, kalau memang mau menyiapkan masyarakat menyambut era new normal, pemerintah harus siap dengan berbagai alternatif pendekatan yang tidak menghomogenisasi seluruh masyarakat Surabaya dengan satu pendekatan itu,” terang Bagong.

Dalam menghadapi new normal, lanjutnya, yang menjadi persoalan saat ini adalah cara memfasilitasi dan mempercepat kesiapan masyarakat. Hal itu supaya kesiapan masyarakat dalam merespon new normal tidak gagap atau tidak ketinggalan dan bahkan bisa mengancam keselamatan.

PSBB: Foto Ilustrasi

“Tapi perlu begini, jangan hanya menjelaskan arti penting new normal itu dari segi medis, artinya mengancam keselamatan nyawa dan sebagainya. Justru itu pemerintah harus menggeser, selama ini kan kepada medis dan ekonomi, sosialnya kan belum digarap. Sekarang butuh merefokus penangan untuk Covid-19 ini, sosial juga harus diperhatikan, harus mau membantu kesiapan masyarakat ke arah sana,” jelasnya.

Dengan begitu, menurut Prof. Bagong, penekanan pendekatan yang digunakan dalam menghadapi new normal tidak dihommogenisasi atau disamaratakan. Pemerintah juga harus merangkul kelompok masyarakat sebagai support sistem. Dan juga, salah satu fokus pemerintah yaitu memiliki skala prioritas dengan memilih kelompok-kelompok yang harus diprioritaskan. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar