Pendidikan & Kesehatan

Pakar Komunikasi: Mudik Adalah Upaya Membasahi Kekeringan Jiwa

Pakar Komunikasi Universitas Airlangga, Dr Suko Widodo

Surabaya (beritajatim.com) – Pakar Komunikasi Universitas Airlangga (UNAIR) Suko Widodo mengungkapkan jika fenomena tahunan mudik lebaran memiliki makna spiritualitas.

Dalam paradigma komunikasi, budaya mudik merupakan momentum kembalinya manusia pada naluri alamiah atau yang disebut dengan Maternal Intrinsik.

“Mereka rela menempuh perjalanan yang panjang yang melelahkan. Ada semangat untuk bertemu dengan apa yang disebut naluri keibuan atau naluri alamiah,” katanya.

Suko juga menyebut bahwa mudik sebagai upaya pencarian manusia terhadap semangat akan masa lalu yang pernah dialaminya.

“Ketika dia punya pengalaman masa kecil dengan teman-temannya. Ketika mudik mereka itu sebenarnya sedang mencari spirit tentang masa lalunya,” lanjutnya.

Meskipun mudik akan selalu bermakna positif saat ditelaah dengan berbagai perspektif akademis, pria yang akrab disapa SW ini justru lebih gemar menyebut mudik sebagai upaya membasahi kekeringan jiwa.

“Makanya orang kota yang tidak punya kampung halaman cenderung bosan, karena yang dilihat hanya perkotaan,” katanya.

“Berbeda dengan orang desa mereka akan bertemu dengan teman atau saudara lama yang memiliki masa lalu bersama,” pungkas Suko.(ifw/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar