Pendidikan & Kesehatan

Pakar Fotografi dari Belanda Berbagi Ilmu ke Mahasiswa dan Pelajar Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Pakar fotografi dari Belanda, KiLyn Tan berbagi trik fotografi ke mahasiswa dan pelajar Jawa Timur. Photography Sharing Session merupakan salah satu workshop dari rangkaian kegiatan IT Preneur Festival dengan tema “Pelajar Unggul, Tangguh, Inovatif, dan Kreatif Songsong Era New normal”.

IT Preneur Festival adalah event akbar pelajar se-Jawa Timur yang dihelat oleh Program Studi Teknik Informatika Ubaya bersama APVOKASI (Aliansi Pendidikan Vokasional Seluruh Indonesia) Jawa Timur. Photography Sharing Session digelar secara daring.

KiLyn Tan selaku Founder Click Click Community sering bertandang ke Indonesia menyaksikan keindahan alam dan budaya. Tidak hanya berkunjung, dirinya sering mengabadikan momen dengan hunting foto dan mempromosikan wisata Indonesia.

Dia juga beberapa kali mengajak anggota komunitas fotografi dari Negeri Kincir Angin itu untuk berwisata di Indonesia. Tempat wisata di Indonesia yang pernah dikunjungi di antaranya adalah Bromo, Papua, Jember, Ubaya Training Center (UTC) Trawas, Yogyakarta, Badui Banten, Bali, Lombok, dan Pulau Derawan di Kalimantan Timur.

Tampil secara online dihadapan puluhan mahasiswa dan pelajar, KiLyn Tan menyampaikan materi bagaimana cara memotret foto yang benar serta menentukan apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang fotografer profesional.

“Keindahan alam di Indonesia itu luar biasa. Banyak tempat menarik untuk dikunjungi sekaligus menjadi obyek foto. Salah satunya, Pantai Papuma yang memiliki banyak spot foto. Ada seascape, landscape, sunrise, sunset, human interest. Bukan hanya keindahan alam, spot pasar ikan di sana juga bisa jadi target seorang fotografer. Jangan hanya pemandangan, tapi lihat juga kehidupan sehari-hari masyarakat itu sangat menarik,” ujar KiLyn Tan.

KiLyn Tan juga membagikan kiat untuk menjadi seorang fotografer yang handal. Pada dasarnya menjadi seorang fotografer harus mempunyai niat yang kuat dan sering berlatih memotret. “Tanpa ini, maka akan sulit untuk maju. Apa pun hasilnya nggak masalah. Cari tempat atau obyek yang bagus dan menarik. Satu hal yang paling penting yaitu harus mempunyai kamera,” sambungnya.

Salah satu peserta dari kota Madiun, Eliana mengungkapkan bahwa dirinya ikut dalam Photography Sharing Session ini karena tertarik dengan dunia fotografi. Menurutnya, acara yang dilaksanakan Program Studi Teknik Informatika Ubaya ini menginspirasi peserta dan memberikan wawasan mengenai dasar fotografi, teknik foto hingga pemilihan obyek yang menarik.

“Kita bisa mengetahui cara mengedit foto yang bagus. Bagaimana mengatur fokus, pencahayaan, dan teknik lainnya. Kemudian kita juga diajarkan bagaimana caranya mengambil sudut gambar yang menarik. Selain itu, Mr. KiLyn menampilkan contoh dari hasil foto-foto miliknya yang sangat indah tentang alam dan wisata Indonesia,” ucap Eliana.

Mohammad Farid Naufal, S.Kom., M.Kom. selaku Ketua Panitia menjelaskan, ada pelbagai acara pada IT Preneur Festival 2020 yang dibuka mulai 8 Agustus 2020 oleh Dr. Kurniawan Harry P, S.T., MM. selaku Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Jamhadi, MBA. selaku Ketua Apvokasi Jawa Timur dan Ir. Benny Lianto, MMBAT selaku Rektor Universitas Surabaya (Ubaya).

“Puncak kegiatan IT Preneur Festival 2020 adalah Business Plan Competition. Lomba pembuatan Business Plan bagi pelajar SMA/SMK/MA di Jawa Timur. Saat ini sudah ada puluhan peserta yang mendaftar. Di antaranya berasal dari Malang, Lamongan, Nganjuk, dan Surabaya,” katanya.

“Pendaftaran masih dibuka sampai tanggal 10 September 2020. Babak final akan berlangsung tanggal 19 September 2020. Dewan juri berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Apvokasi Jatim, dan Ubaya,” tutup Naufal, sapaan akrab Dosen Program Studi Teknik Informatika Ubaya. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar