Pendidikan & Kesehatan

Pakar Epidemilogi Sebut New Normal Sebuah Keniscayaan

Surabaya (beritajatim.com) – Wacana pemberlakuan new normal akan segera dilaksanakan. Konsep new normal sendiri merupakan tatanan kehidupan yang baru sebagai upaya menyesuaikan diri dengan pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung.

Pada dasarnya konsep new normal adalah mengembalikan kebiasaan yang sempat dibekukan selama pandemi dan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terlebih kegiatan perekonomian, seperti dibukanya kembali pusat perbelanjaan, sekolah, sarana transportasi, rumah ibadah dan sebagainya.

Wacana ini menuai banyak pertanyaan, mayoritas masyarakat khawatir bahwa new normal malah memicu berbagai cluster baru penyebaran Covid-19. Terkait hal itu, DR. Andriyanto, SH, MKes, ahli Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi) dan Ahli Gizi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, mengatakan bahwa Konsep New Normal memang sudah dibutuhkan dan tidak bisa ditunda lagi.

“New Normal ini keniscayaan, sudah jadi kebutuhan dan tidak bisa ditunda lagi,” Dr Andriyanto, kepada beritajatim.com, Selasa (2/6/2020).

Pada prinsipnya situasi pandemi, virus ini dinyatakan oleh WHO akan selalu ada, sama seperti influenza yang selalu ada. Oleh karenanya penerapan New Normal menjadi hal yang tidak bisa dipungkiri.

“Memang dalam beberapa situasi, keadaan ini membuat orang ragu, takut dan was-was. Namun hal itu malah secara psikis imunitasnya jadi menurun. Padahal keadaan ini tidak bisa dipungkiri, belum ada vaksin dan virus akan selalu ada, untuk itu secara psikoneuroimunologi, kita harus menyikapi ini dengan tenang dan optimis, terlebih konsep ini adalah konsep yang baik dan bisa diterapkan,” ungkapnya.

Selain itu Dr Andriyanyo menegaskan bahwa new normal sesuai anjuran pemerintah yang mengatakan bahwa masyarakat harus berdamai dengan virus ini.

Virus Corona

“Artinya berdamai itu, seolah-olah ini adalah hal yang biasa. Justru dengan adanya new normal ini cukup bagus. Kita memasuki dunia baru dengan hal-hal yang bersifat tidak bagus ditinggal dan menerapkan hal-hal baik dengan seksama. Misalnya kita akan mulai membiasakan diri dengan bersikap disiplin, hidup bersih dan sehat,” terangnya.

Meskipun new normal ini tidak terelakkan, tetapi Dr Andriyanto menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menganggap remeh virus ini. Ia mengatakan, jika terdapat pandemi atau Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti ini, penyelesaiannya harus dilakukan secara komprehensif, serentak, dan paralel, yakni menerapkan Host, Agent dan Environment.

“Penyelesaiannya harus secara komprehensif. Masyarakat harus menjadi Agent yang mengerti apa itu Covid-19 bagaimana menanggulangi mencegahnya. Host meliputi protokol yang tegas dan jelas, serta peran pemerintah. Selain itu perubahan pada environment atau lingkungan kita harus menyesuaikan, contohnya pasar harus mulai ditata sedemikian rupa,” terangnya.

Dengan penerapan new normal, masyarakat ditantang untuk menjalani kehidupan yang jauh lebih baik. Penerapan kehidupan sehat dilakukan dikeseharian secara maksimal akan berdampak pada kemampuan masyarakat beradaptasi dengan penyakit. “Penerapan kehidupan sehat pastinya membuat imun tubuh kita lebih baik dan sulit terjangkit penyakit,” ujarnya.

Selain itu penataan ruang, perketatan protokol kesehatan, konsumsi makanan dan minuman sehat juga harus dibiasakan. Dr Andriyanto merekomendasikan konsumsi curcuma, makan dan minuman hangat, sayur dan buah. Mulai menerapkan olah raga teratur, berjemur dan berpikir positif.

“Memakai masker, menjaga jarak ketika antri, menghindari kerumunan, cuci tangan, penataan ruang publik, sistem belajar, peraturan saat bermain dan sebagainya. Ini adalah hal yang bagus yang bisa kita biasakan. Dengan begini justru malah kita bisa mengambil hikmahnya sambil menunggu vaksin ditemukan,” tukas Dr Andriyanto. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar