Pendidikan & Kesehatan

Padam Saat PPKM, Tagihan PJU di Ponorogo Turun Hingga Puluhan Juta

Ponorogo (beritajatim.com) – Pelaksaanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) di Ponorogo selama 14 hari terhitung dari tanggal 22 Januari hingga 4 Februari 2021.

Selama penerapan PPKM tersebut, sejumlah  panel lampu penerangan jalan umum (PJU) dipadamkan. Kebijakan itu dilakukan untuk mencegah kerumunan, sehingga tidak berpotensi untuk penularan virus corona.

“Karena Ponorogo zona merah dan diberlakukan PPKM, maka beberapa panel lampu PJU ada yang dipadamkan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo Djunaidi, Jumat (29/1/2021).

Djunaidi menyebut jika lampu PJU di dalam kota ada 80 panel. Dari jumlah tersebut, tidak semua lampu padamkan. Dia memperkirakan hanya 30 panel lampu yang dimatikan. Sebab, yang dimatikan itu hanya yang berada di beberapa jalan protokol di bumi reyog.

“Tidak semua lampu PJU dimatikan, hanya 30 panel yang berada di jalan-jalan protokol saja, ” katanya.

Durasi waktu pemadaman lampu PJU ini selama 8 jam. Yakni dari pukul 20.00 sampai  04.00 WIB. Kebijakan ini hanya berlaku selama PPKM ini.

“Jadi sore hari itu lampu menyala pukul 17.45 dan pukul 20.00 lampu mati. Lampu PJU nyala kembali besok harinya pukul 04.00 hingga 5.30” ungkap Djunaidi.

Dengan kebijakan pemadaman lampu PJU ini dapat mengurangi pembayaran bulanan. Dia memprediksi pihaknya bisa menghemat sekitar 5 hingga 10 persen. Jika disetiap bulannya, tagihan lampu PJU ini kurang lebih ada Rp 770 juta. Maka jika dilakukan pemadaman bisa hemat 10 persen, yakni gsekitar Rp 77 juta.

“Ini hanya estimasi hitungan kami saja. Kalau lebih jelasnya, ya nanti lihat tagihannya dari PLN,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar