Pendidikan & Kesehatan

OTG Terkonfirmasi Positif di Kota Mojokerto Bertambah 14 Orang

Mojokerto (beritajatim.com) – Tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto menghimbau masyarakat untuk bersinergi. Menyusul, Orang Tanpa Gejala (OTG) terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Mojokerto bertambah 14 orang per tanggal 11 Juli 2020.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo membenarkan, ada tambahan 14 orang warga Kota Mojokerto terkonfirmasi positif Covid-19. “Iya, ada tambahan 14 orang positif per tanggal 11 Juli 2020 kemarin,” ungkapnya, Minggu (12/7/2020).

Masih kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Mojokerto, selama ini jumlah pasien terkonfirmasi di Kota Mojokerto hampir 90 persen didominasi OTG. Meningkatnya jumlah status dari OTG menjadi pasien terkonfirmasi positif harus disikapi.

“Dengan meningkatkan kewaspadaan utamanya bagi OTG. Karena OTG tidak ada keluhan dan merasa sehat, padahal dia sangat beresiko menularkan Covid-19 ke orang lain. OTG adalah orang yang kontak erat dengan confirm yang positif. Maka meski tanpa gejala harus isolasi mandiri, rapid test dan uji swab,” katanya.

Sehingga diharapkan, tegas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini, bagi masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat atau pernah berinteraksi dengan orang yang positif agar bersedia dilakukan rapid test dan uji swab. Selain itu juga melakukan isolasi mandiri meskipun tidak merasa sakit.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya. [Foto: misti/bj.com]
“Namun mereka juga harus menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin karena mereka sangat beresiko menularkan ke orang lain dan masyarakat jangan mendiskriminasi OTG. Tetapi bantu mereka selama isolasi mandiri serta bantu mereka agar taat protokol kesehatan, ikut awasi mereka dan dukung mereka secara psikologis agar segera sehat kembali,” tegasnya.

Masih kata Gaguk, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Yakni menyampaikan informasi atau segera melapor jika ada keluarga yang habis berpergian ke luar kota tapi tidak menjalani rapid test. Pemkot Mojokerto sendiri gencar melakukan rapid test door to door.

“Selain itu, rapid test secara door to door yang dijalankan oleh pemerintah daerah, harus mendapatkan dukungan dan kerja sama dari masyarakat. Laporkan kepada Tim Gugus Tugas yang ada di kelurahan atau petugas kesehatan yang ada di puskesmas jika ada riwayat keluarga yang sakit atau meninggal dengan gejala yang mengarah pada Covid-19,” jelasnya.

Dalam masa transisi menghadapi tatanan kehidupan baru seperti saat ini, tegas Gaguk, masyarakat harus lebih mawas diri dalam menghadapi situasi dan kondisi pandemi Covid-19. Namun sayangnya, masih banyak dijumpai pelanggaran terkait penerapan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

“Kita pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendirian dalam melawan virus corona ini, tapi kita butuh peran aktif dan partisipasi dari seluruh komponen masyarakat. Yakni dengan saling bersinergi, kami yakin penyebaran virus ini bisa kita minimalisir sejak dini. Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat ayo bersama-sama bersinergi, peduli dalam memutus mata rantai penyebaran virus,” tuturnya.

Yakni dengan tidak menutupi riwayat perjalanan, dengan tidak menolak rapid test serta uji swab ataupun dengan melaporkan riwayat asli jika ada keluarga yang meninggal. Peta Sabaran Covid-19 Kota Mojokerto per tanggal 11 Juli 2020, Orang Dalam Resiko (ODR) bertambah menjadi 5.853 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 751 orang.

OTG sebanyak 162 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 21 orang. Untuk jumlah PDP yang meninggal hingga saat ini berjumlah 10 orang. Sedangkan kasus pasien terkonfirmasi, bertambah menjadi 133 orang, sebanyak 21 orang diantaranya dinyatakan sembuh, sebanyak orang meninggal dan sebanyak 107 masih dirawat. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar