Pendidikan & Kesehatan

OTG Dominasi Pasien Positif Covid-19 di Kota Mojokerto

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto mencatat, peningkatan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 justru banyak didapatkan dari Orang Tanpa Gejala (OTG). Untuk itu, diperlukan peran dan disiplin ketat dari masyarakat, agar tidak menyepelekan bahayanya virus tersebut.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya mengatakan, hal ini terbukti jika ada seorang pasien yang terkonfirmasi positif dan mengakibatkan 10 orang lainnya yang mempunyai riwayat kontak dekat dengan yang bersangkutan telah terkonfirmasi positif Covid-19.

“Hal ini menunjukan bahwa telah terjadi transmisi lokal dalam satu keluarga. Oleh karena itu, tetap patuhi protokol kesehatan. Jangan berkerumun dan antri yang tertib, tetap jaga jarak, gunakan masker setiap kali beraktifitas di luar rumah, cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir sesering mungkin dan terapkan gaya hidup sehat,” jelasnya, Senin (30/6/2020).

Masih kata Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Mojokerto ini, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar selalu patuh dan disiplin dalam menjalankan prosedur tetap (protap) Covid-19. Kendati adaptasi tatanan kehidupan baru mulai dijalankan, masyarakat harus lebih mawas diri.

“Sebab masih banyak masyarakat yang enggan menjalankan protokol kesehatan saat berada di luar rumah. Boleh keluar rumah, asal tetap patuhi aturan. Seperti jaga jarak, memakai masker dan jangan segan menegur orang lain jika ada yang lalai,” tegasnya.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Mojokerto mencatat ada tambahan 10 pasien positif di kota dengan tiga Kecamatan tersebut selama dua hari ini. Sebanyak 10 pasien terkonfirmasi positif tersebut didominasi oleh warga yang sebelumnya berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sehingga jumlah pasien positif di Kota Mojokerto sebanyak 64 orang. Sebanyak sembilan orang sembuh, empat diantaranya meninggal dan 51 orang sembuh. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 667 orang atau bertambah enam orang. Dengan rincian, dalam pemantauan 166 orang.

Selesai dipantau sebanyak 501 orang. Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di kota dengan julukan onde-onde tersebut sebanyak 19 orang. Dalam pengawasan enam orang, selesai diawasi enam orang dan meninggal tujuh orang. [tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar