Pendidikan & Kesehatan

OTG di Jember Tembus 970 Orang, Ada yang Protes

Virus Corona Covid-19

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencatat 970 warga berstatus orang tanpa gejala (OTG) hingga 4 Juni 2020. Namun ada yang protes mempertanyakan maksud status ini.

Besarnya jumlah OTG ini, menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono, dikarenakan adanya pelacakan jejak kasus konfirmasi positif Covid-19. Saat ini di Jember, ada 48 kasus konfirmasi positif. “Yang pernah kontak dengan kasus positif itu kan di-tracking. Apalagi pernah kontak dan berhubungan masuk OTG. Kalau tidak tracking, OTG-nya tidak ketemu,” katanya, Jumat (5/6/2020).

“Hasil tracking dilihat. Satu orang ini bisa berhubungan dengan berapa orang. Minimal keluarganya yang tinggal satu rumah,” kata Gatot.

Definisi OTG inilah yang dipertanyakan Sutrisno, anggota Persatuan Wartawan Indonesia Jember. Wartawan salah satu media massa dalam jaringan ini mengikuti tes cepat massal di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Jember, 26 Mei 2020. “Petugas medis mengambil sampel darah dari lengan kiri saya dengan ditandai sebagai peserta rapid test ke-049. Hasil tes cepat dikabarkan bahwa saya non reaktif,” katanya.

Sutrisno lantas meminta agar diberi surat hasil rapid test sebagai bukti formil. “Selain itu juga akan saya pakai untuk memenuhi salah satu persyaratan tes akademik,” katanya. Surat itu diterbitkan oleh Laboratorium Kesehatan Daerah.

Tanggal 30 Mei, surat keterangan terbit dan disebutkan hasil non reaktif. Namun Sutrisno terkejut, karena di sana tertulis juga status OTG. “Tentu saya sebagai awam kaget, terkejut, dan was-was digelari OTG. Sebab, dalam surat dari laboratorium itu tiada penjelasan apapun mengenai alasan penyematan status OTG atas indikator apa saja,” katanya.

Gatot membenarkan, jika Sutrisno meminta surat keterangan hasil tes. Namun dia sama sekali tidak tahu soal status OTG itu. “Saya belum baca surat keterangannya,” katanya.

Gatot sendiri meminta agar hal ini tidak dilebih-lebihkan. Apalagi di sana sudah jelas tertulis hasil tes cepat Sutrisno adalah non reaktif.

Dalam buku Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat Covid-19 di Indonesia yang diterbitkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, definisi OTG sudah dijelaskan. OTG adalah orang yang tidak bergejala dan memiliki risiko tertular dari orang positif COVID-19 dan orang tanpa gejala merupakan kontak erat dengan kasus positif COVID-19.

Sutrisno menilai pada akhirnya penyematan status OTG di Jember membingungkan. Oleh karenanya dia bersikukuh meminta penjelasan. Apalagi ia menyatakan tidak pernah melakukan kontak dengan pasien terkonfirmasi positif. “Penjelasan ini agar saya dan ratusan warga lainnya mengetahui alasan dilabeli OTG,” katanya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jember Sigit Edi Maryanto mendukung anggotanya yang mempertanyakan status OTG ini. “Kriteria OTG ini harus jelas. Apa dasarnya kenapa Sutrisno bisa jadi OTG? Seharusnya ada penjelasan kepada pasien atau orang yang dites itu soal mengapa dia berstatus OTG. Jangan sampai kemudian ternyata status ini salah ketik,” katanya.

Sigit juga mendesak agar Pemerintah Kabupaten Jember lebih terbuka dalam hal informasi terkait Covid-19. “Salah satu syarat new normal ke depan adalah keterbukaan informasi agar orang bisa menjaga dirinya sendiri dan membantu pemerintah untuk menjaga lingkungannya,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar