Pendidikan & Kesehatan

Ospek ITS Fokus Bekali Informasi Esensial bagi Maba

Surabaya (beritajatim.com) – Ospek mahasiswa baru (maba) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bertajuk Informasi dan Pengenalan ITS (IPITS) diselenggarakan secara daring selama dua hari, mulai Kamis (17/9/2020).

IPITS merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan ITS untuk para mahasiswa barunya setiap tahun. Acara ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan informasi mengenai akademik, fasilitas, kegiatan, dan kebijakan yang berlaku di ITS.

Selain hal-hal teknis, IPITS juga tidak lupa memberikan semangat juang dengan memberi wejangan untuk meningkatkan motivasi para mahasiswa baru dalam berkuliah.

“Mahasiswa ITS itu harus berkompeten, berkat revolusi industri 4.0 akan ada enam juta pekerjaan yang hilang namun akan ada 24 juta pekerjaan baru yang muncul. Pastikan kalian semua bisa beradaptasi ke dalam 24 juta tersebut,” tutur Dr Umi Laili Yuhana SKom MSc, Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI) ITS yang mengisi materi IPITS di salah satu gugus.

Dalam IPITS juga dijelaskan salah satu kebijakan yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yaitu Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM). Yakni merupakan respon dari perubahan paradigma perguruan tinggi.

“Kalau dulu, tujuan kuliah itu supaya dapat pekerjaan, sekarang tujuannya adalah menciptakan lapangan pekerjaan. Dulunya hanya fokus pada pendidikan, sekarang fokusnya pada akademik, riset, inovasi, vokasi dan profesi,” terang Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc sebagai pengisi materi MB-KM di gugus yang sama.

Guru besar Teknik Sistem Perkapalan ITS ini melanjutkan, salah satu hal yang paling visible dalam penerapan MB-KM di ITS yang akan bisa dirasakan oleh mahasiswa yaitu adanya hak mengambil mata kuliah di luar program studi selama tiga semester.

“Mahasiswa akan punya hak untuk mengambil maksimal 40 SKS di luar perguruan tingginya sebanyak dua semester, serta dapat mengambil SKS di prodi yang berbeda dalam perguruan tinggi yang sama sebanyak satu semester dan ini boleh diambil atau tidak,” papar Ketut lagi.

Ia menambahkan, menurut Buku Panduan MB-KM Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2020 terdapat delapan kegiatan yang bisa dilakukan mahasiswa di luar prodi mereka. Kegiatan yang dimaksud adalah pertukaran pelajar, magang, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian, proyek kemanusiaan, wirausaha, studi atau proyek independen, dan KKN tematik.

“Kegiatan-kegiatan ini nantinya akan bisa dikonversikan menjadi SKS yang diperlukan mahasiswa. Kebijakan ini dibuat dengan prinsip tidak menyusahkan mahasiswa sama sekali,” tambahnya.

Selain itu, IPITS di hari pertama ini juga menekankan kepada para mahasiswa baru untuk memiliki etika selama menjalankan kehidupan di bangku kuliahnya. Beberapa etika dalam akademik di antaranya adalah adanya kejujuran, dan menghargai ilmu pengetahuan dan seni. Juga dalam kegiatan nonakademik seperti norma-norma sosial.

ITS juga memberikan rasa aman kepada para mahasiswa dengan memberikan arahan apabila mahasiswa melihat atau mengalami pelanggaran terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh ITS. Selain itu juga keamanan dalam menjalankan kegiatan akademik seperti praktikum melalui materi Budaya Keselamatan dan Keamanan Lingkungan Kampus.

Pada hari kedua besok, IPITS akan membahas lebih dalam mengenai kegiatan internasionalisasi yang tersedia di ITS, juga mengenai keorganisasian dan ekstrakurikuler mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga akan dibekali informasi fasilitas pengembangan teknologi, kesadaran lingkungan hidup, dan siap siaga dalam bencana, serta kesiapsiagaan menghadapi adaptasi New Normal. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar