Pendidikan & Kesehatan

Ortu Termakan Berita Hoax, Capaian Vaksinasi Siswa Rendah

Vaksinasi siswa di salah satu SMA di Sumenep (foto : Temmy)

Sumenep (beritajatim.com) – Vaksinasi bagi siswa SMA sederajat di Kabupaten Sumenep mulai dilaksanakan sejak pekan lalu. Namun hanya sebagian kecil siswa yang mengikuti vaksinasi tersebut.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Syamsul Arifin mengakui minimnya siswa yang hadir ke sekolah untuk divaksin. Menurutnya, ada kendala ijin dari orang tua siswa.

“Sampai saat ini ternyata tidak sedikit orang tua siswa yang terpengaruh dengan berita-berita bohong atau hoax tentang vaksinasi Covid-19. Akibatnya, orang tua kurang mengizinkan putera-putrinya untuk mengikuti vaksinasi,” katanya, Kamis (29/07/2021).

Beberapa sekolah di Sumenep yang mulai menggelar program vaksinasi di sekolah diantaranya SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, dan SMK Negeri 1. Beberapa sekolah lain juga mulai mengajukan permohonan untuk melaksanakan vaksinasi di sekolah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Syamsul Arifin (tangkapan layar)

“Kami sudah meminta para Kepala Sekolah agar menyampaikan pada orang tua siswa supaya mengijinkan anak-anaknya divaksin,” terang Syamsul.

Berdasarkan surat edaran dari Kementerian, Gubernur Jawa Timur, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, vaksinasi nantinya akan jadi persyaratan bagi siswa-siswi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

“Informasi yang kami terima, PTM terbatas akan dimulai setelah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berakhir. Nah, syarat untuk mengikuti kegiatan PTM terbatas itu, siswa harus menunjukkan kartu vaksinasi,” terangnya.

Ia menambahkan, apabila siswa tidak bisa mengikuti program vaksinasi di sekolah, maka diijinkan untuk divaksin di Puskesmas-puskesmas atau fasilitas kesehatan lain yang menyelenggarakan program vaksinasi.

“Jadi kalau tidak mau divaksin di sekolah, bapak ibu silahkan bawa putra-putrinya untuk vaksin di Puskesmas atau dimana saja yang menyelenggarakan vaksinasi,” paparnya. (tem/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar