Pendidikan & Kesehatan

Operator Desa di Banyuwangi Harus Merespon Cepat Para Pendatang

Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara

Banyuwangi (beritajatim.com) – Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara menyebut pergerakan warga dari luar daerah yang masuk dalam kategori Orang Dalam Risiko (ODR) dapat terdeteksi melalui sistem online di perbatasan.

Pihak Gugus Tugas dan Pemda Banyuwangi telah menyiapkan sejumlah alat screening KTP yang terkoneksi dengan aplikasi Smart Kampung di desa.

“Kami mengapresiasi langkah cerdas untuk melakukan screening terhadap para pendatang. Di tengah situasi yang tak memungkinkan untuk menutup akses secara keseluruhan, langkah-langkah inovatif seperti ini diperlukan,” ungkap Made, Selasa (27/4/2020).

Menurut Made, data orang yang datang ini nantinya akan masuk ke data desa. Sehingga, pihak desa maupun kecamatan harus segera merespon cepat para pendatang ini.

“Jadi dari sini, jumlah kedatang orang yang masuk dari luar daerah dapat terdeteksi dan ketemu jumlahnya. Dari data ini nantinya kecamatan dan desa harus proaktif melakukan tindakan bagi pendatang untuk melakukan isolasi,” terangnya.

Made mengharap agar kepala desa/lurah untuk kooperatif dengan menindaklanjuti notifikasi kedatangan warga dari luar kota yang telah terkonfirmasi melalui jaringan smart kampung tersebut.

“Operator di desa harus memantau terus. Jika ada segera lakukan penindakan, jangan sampai diabaikan. Jika sampai kecolongan, ini akan membahayakan keselamatan kita semua,” pungkasnya. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar