Pendidikan & Kesehatan

Operasi Masker di Bojonegoro, dari Sita KTP hingga Berujung ke Persidangan

Petugas kepolisian melakukan tindakan langsung bagi warga yang melakukan aktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Petugas gabungan dari Kepolisian Resort (Polres), Kodim 0813, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menggelar operasi yustisi bagi warga yang tidak memakai masker selama melakukan aktivitas di luar rumah.

Operasi gabungan tersebut dilakukan untuk menegakkan kedisiplinan masyarakat dalam memutus penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Bojonegoro. Operasi yang digelar kali pertama dengan menerapkan sanksi tersebut dilakukan disejumlah warung kopi dan bagi pengendara yang melintas di seputaran kota.

Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan mengungkapkan, sebelumnya pihak sudah beberapa melakukan tindakan sosialisasi maupun pembagian masker. Kali ini, upaya yang dilakukan dengan cara penindakan penegakan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur nomor 2 tahun 2020 yang berpayung hukum sesuai Instruksi Presiden nomor 6 tahun 2020.

“Bagi pelanggar yang melakukan aktivitas di luar dan tidak memakai masker atau mengabaikan protokol kesehatan akan disita kartu pengenal (KTP) dan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro,” ujar Kapolres, Senin (14/9/2020) disela melakukan operasi gabungan.

Bagi pelanggar, mereka diberikan surat bukti tindakan langsung (tilang) untuk mengikuti persidangan yang akan digelar pada Kamis (16/9/2020). Sementara diketahui, operasi gabungan tersebut, dimulai dari Mapolres Bojonegoro kemudian menuju ke sejumlah warung kopi yang indikasinya banyak berkumpul masyarakat.

Sementara diketahui, data terakhir dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, hingga pukul 18.00 WIB, tanggal 12 September 2020 jumlah kasus terkonfirmasi positif secara kumulatif sebanyak 387 orang, meliputi aktif dirawat sebanyak 48 orang, sembuh 296 orang dan meninggal dunia 43 orang. Sedangkan untuk kasus suspect sebanyak 64 orang. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar