Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Olimpiade Fisiologi Online FK Unair Dapat Apresiasi Tinggi

Surabaya (beritajatim.com) – Pernah dengar olimpiade digelar secara daring? Rasanya sulit. Namun situsi pandemi membuat kita beradaptasi dengan teknologi. Salah satunya Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) yang menggelar Olimpiade Fisiologi Tingkat Nasional yang diberi nama “Indonesian Medical Physiology Olimpiade” (IMPHO 2021). Acara digelar selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (25-26 September) 2021.

Meskipun diselenggarakan secara daring, olimpiade fisiologis daring pertama dari FK Unair ini berjalan lancar. Bahkan mendapatkan apresiasi dari para peserta. Salah satunya adalah dari Ahmad Razi Maulana Alnaz, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU).

“Dari semua lomba level nasional daring yang saya ikuti, ini yang paling kreatif. Meskipun jarak jauh, rasanya tetap seperti olimpiade yang dilakukan real time offline,” terangnya seusai acara.

Yang membuat mahasiswa semester tujuh ini terkesan adalah babak di semi final. Razi menjelaskan, meskipun lomba digelar beregu tiga orang, satu kelompok tidak ada yang berkumpul di satu tempat. Mereka berdiskusi untuk mencari jawaban yang paling benar dari rumah masing-masing yang terhubung dengan gadget.

“Jadi kan kami harus sedia dua gadget, gadget 1 itu untuk main room zoom. Perwakilan kelompok itu ada di main room. Nah untuk diskusi dengan kelompok kami menggunakan gadget satunya lagi untuk akses masuk breakout room. Ini sih yang keren, bisa membuat kita yang tidak satu tempat tetap bisa debat jawaban mana yang benar dan deg-deg annya juga seperti ikut olimpiade normal,” tambahnya.

IMPHO merupakan Olimpiade Fisiologi tahunan FK Unair yang digelar sejak Tahun 2017. Namun acara sempat vakum di Tahun 2020 karena pandemi. Padahal saat itu peserta juga sudah banyak mendaftar. Di Tahun 2021 ini, panitia mencoba menyelenggarakan secara online

Total ada 210 peserta yang terbagi menjadi 70 tim. Dan diikuti oleh 42 fakultas kedokteran dari seluruh Indonesia. Seperti Universitas Airlangga, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya dari Pulau Jawa. Juga banyak peserta dari Luar Jawa seperti Universitas Nusa Cendana, Universitas Lambung Mangkurat dan lain sebagainya.

Ketua IMPHO 2021, M. Gita Jayanata mengatakan sempat grogi di awal karena ini pertama kali baginya memimpin olimpiade nasional secara daring. Namun ia bersyukur, karena tim yang solid, acara berjalan lancar dan mendapat banyak apresiasi dari peserta.

IMPHO Tahun 2021 ini berjalan selama dua hari. Hari pertama adalah babak penyisihan. Di mana semua peserta harus menjawab 100 soal yang disediakan panitia melalui aplikasi Quizzez. Nilai masing-masing tadi akan diakumulasikan sebagai nilai kelompok. 16 kelompok dengan nilai paling tinggi lah yang bertanding di babak kedua hari Minggu.

Di babak kedua, peserta dibagi menjadi empat quartet untuk menjawab soal seperti cerdas cermat tapi dilaksanakan online. Di sinilah waktunya kelompok kerja bareng berdiskusi untuk menemukan jawaban paling tepat.

Kemudian kelompok dengan nilai terbaik akan bertanding di semifinal dan final untuk mencari tiga pemenang terbaik. Juara 1 dimenangkan oleh mahasiswa FK UPH sementara FK cukup berbangga menempati juara 2. “Sempat khawatir acara tidak berjalan lancar, apalagi beberapa hari terakhir signal salah satu provider internet jelek. Alhamdulillah tapi acara berjalan dengan lancar,” terangnya.

Gita menyampaikan, meskipun dilaksanakan online, tidak ada celah bagi peserta untuk berbuat curang. Karena peserta harus on cam dan diawasi oleh panitia. Sehingga aktifitasnya di rumah pun bisa terpantau. Di breakout room tempat kelompok diskusi juga dipantau oleh pengawas dari panitia dan dosen.

Kegiatan IMPHO sebelum pandemi selalu memfasilitasi peserta untuk turing melihat Kota Surabaya. Namun karena saat ini dilaksanakan online, maka kegiatan itu diganti dengan gathering online. Di mana peserta disuguhi touring online mulai dari FK Unair dan beberapa tempat lain di Surabaya.

Juga dihibur dengan penampilan paduan suara FK Unair, peserta juga berkesempatan berdialog dengan Prof Cheng Hwee Ming, dari Universitas Malaka yang mendorong berdirinya IMPHO di FK Unair, serta bisa saling menyapa.

Ketua BEM KM FK Unair, Moh. Masrur mengatakan, lomba ini bukan semata mata sebagai lomba mengenai fisiologi di tingkat mahasiswa semata. “Namun lebih ke arah bagaimana sebagai mahasiswa kita bisa mengasah, memacu, dan memahami dengan dalam terkait fisiologi. Mempelajari fisiologi berarti mempelajari mekanisme tubuh manusia. Hal ini sebagai bekal untuk menjadi dokter yang hebat di masa mendatang,” terangnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh dr. Kristanti Wanito Wigati, M.Si, sebagai pembimbing. Ia mengatakan, selama ini fisiologi dipandang sebelah mata oleh mahasiswa karena ilmu dasar di kedokteran. Padahal, penguasaan pada ilmu fisiologi akan jadi fondasi kuat dalam penguasaan ilmu kedokteran lain seperti patologi klinis.

“Dengan terselenggaranya acara ini saya berharap mahasiswa makin termotivasi untuk menyenangi ilmu fisiologi/ faal ini. karena ini senjata awal mahasiswa sebelum masuk ke ilmu klinis.”

Wakil Dekan 1, Dr. dr. Achmad Chusnu Romdhoni, Sp. THK-KL(K, FICS juga mengungkapkan kebanggaannya akan kegiatan IMPHO Tahun 2021 yang tetap terselenggara dengan baik meskipun dilaksanakan secara daring.

“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya acara yang sudah diperhitungkan namanya secara nasional ini. Mari kita doakan semoga tahun depan bisa terselenggara secara offline,” pungksnya. [adg/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar