Pendidikan & Kesehatan

Oktober, Dindik Ponorogo Rencanakan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Tingkat SMP

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo Agus Pramono. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sekolah baik itu SMA maupun SMK di Ponorogo yang melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka, oleh Satgas Penanggulangan Covid-19 diperbolehkan untuk melanjutkan pembelajaran tatap muka. Dengan ketentuan, karena bumi reyog zona orange, jumlah siswa yang masuk dibatasi hanya 25 persen. Selain itu dalam kurun waktu dua minggu harus dilakukan evaluasi. Kemudian hasil evaluasi tersebut, disampaikan ke tim satgas Covid-19 tempat sekolah itu berada.

“Namun, kami putuskan untuk tidak menambah sekolah yang akan melakukan pembelajaran tatap muka,” kata Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo Agus Pramono, usai rapat tim satgas dan Forkopimda, Rabu (30/9/2020) siang.

Selain tingkat SMA/SMK, uji coba pembelajaran tatap muka juga akan dilakukan oleh sekolah tingkap SMP. Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, kata Agus mengusulkan uji coba dimulai pada awal bulan Oktober. Rencananya, uji coba pembelajaran tatap muka ini akan dilaksanakan oleh 8 SMP Negeri dan 1 SMP swasta. Teknisnya, hampir sama dengan pelaksanaan di jenjang SMA/SMK. Peserta dibatasi hanya 25 persen, tidak ada istirahat dan dilakukan evaluasi dua minggu sekali. “Kalau nanti ada kejadian, ya akan kami hentikan. Untuk tingkat SD, kepala Dindik Bu Retno belum mengusulkan uji coba pembelajaran tatap muka,” katanya.

Dalam rapat dengan forkopimda itu, Sekda mengatakan semua menyepakati bahwa operasi yustisi akan dilanjutkan. Operasi tersebut, rencananya akan dilakukan di dua tempat. Jadwalnya tempatnya pun diberikan mendadak agar operasi tersebut tidak bocor. “Operasi yustisi disepakati akan dilanjutkan dengan dua tempat yang berbeda. Nanti jadwalnya mendadak supaya tidak bocor,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar