Pendidikan & Kesehatan

Oknum Wartawan di Gresik Minta Jatah Jadi Supplier BPNT

Alwi, Kadinsos Jatim


Gresik (beritajatim.com)-
Oknum wartawan Gresik meminta jatah menjadi suppplier bantuan pangan non tunai (BPNT) dalam penyaluran keluarga penerima manfaat, atau KPM di Gresik.

Menurut H salah satu pengusaha sembako puluhan tahun yang tak ingin disebut namanya itu menuturkan, dirinya didatangi sekelompok oknum wartawan. Awalnya, mereka menanyakan seputar BPNT. Tanpa menaruh curiga, dia pun menjawab pertanyaan dengan santai.

Ternyata para oknum wartawan tersebut mempunyai maksud lain. Mereka ingin meminta jatah agar para agen yang sudah bermitra dengannya beralih.

“Mereka oknum wartawan tersebut rupanya berniat menjadi supplier juga. Mereka juga mengaku telah mendapat rekomendasi dari kecamatan, orang dekat pejabat dan cara lain. Saya pun diancam akan dilaporkan pihak kejaksaan jika tidak ingin berbagi agen,” tuturnya, Kamis (23/07/2020).

Imbas minta jatah tersebut, membuatnya usahanya merugi secara materil. Sebab, dari sekitar 50-an agen penyalur BPNT yang sebelumnya bermitra, kini hanya 10 orang saja yang masih bekerjasama dengannya. Tersebar di wilayah Kecamatab Benjeng, Cerme hingga Menganti.

“Sesuai pedoman, agen kan diberi kebebasan memilih pemasok. Ini justru main paksa, kualitas barangnya pun awur-awuran,” paparnya.

Bansos untuk Warga Miskin

Sementara itu, secara terpisah  penyaluran BPNT di Kecamatan Cerme masih belum juga tersalurkan. Padahal, bantuan berupa sembako ini sudah dinantikan oleh keluarga kurang mampu.

Biasanya, KPM di wilayah Cerme itu menerima BPNT di minggu kedua atau ketiga. Namun semenjak disorot lantaran penyaluran yang diindikasi tidak sesuai pedoman umum (pedum), hingga kini belum dilaksanakan.

Salah seorang KPM asal Cerme yang enggan disebutkan ini mengaku beberapa KPM lainnya mulai menanyakan bantuan ini. Karena belum mendapat pemberitahuan apapun di bulan ini.

“Masih belum dapat undangan,” kata N.

Ruwetnya penyaluran BPNT di Gresik ini membuat Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur datang ke Gresik.

Sejumlah pihak dipanggil seperti perwakilan agen, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), koordinator daerah (Korda) Suwanto, Kepala Dinsos Gresik Sentot Supriyohadi, Kabid Suliyono, hingga Lisa suplier terbesar di Gresik.

Mereka semua dikumpulkan di di Gedung Putri Mijil, Pendopo Kabupaten Gresik. Acara tersebut digelar tertutup, awak media dilarang masuk.

Kadinsos Jatim, Alwi mengaku bahwa melakukan monitoring penyaluran bantuan kepada masyarakat kurang mampu di Gresik. Apalagi, penyaluran BPNT disorot oleh media seminggu lebih namun belum ada perbaikan.

“Kedatangan saya bukan menyalahkan tapi mengingatkan stake holder agar mekanisme penyaluran Bansos sesuai aturan dan mekanisme. Ojo sak karep-karepe dewe,” tandasnya. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar