Pendidikan & Kesehatan

Njomplang, Kualitas Proyek Swakelola dan Kontraktual Rehab Sekolah

Jember (beritajatim.com) – Komisi D DPRD Jember, Jawa Timur, menemukan sejumlah hasil pengerjaaan proyek rehabilitasi bangunan sekolah yang dibiayai anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) memiliki kualitas di bawah standar. Ini memantik kecemasan orang tua siswa karena khawatir roboh.

Tahun 2019, ada 46 paket proyek yang dibiayai dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 10,44 miliar dan 125 paket proyek APBD senilai Rp 36,276 miliar.

Wakil Ketua Komisi D Nurhasan mengatakan, dari hasil pantauan di lapangan, kualitas hasil pekerjaaan proyek kontraktual yang dibiayai APBD kalah jauh dengan proyek swakelola yang dibiayai dengan dana alokasi khusus (DAK) APBN. “Yang bersumber dari DAK rata-rata bagus,” katanya, Rabu (29/1/2020).

Saat ini, kata Nurhasan, ada pengelola sekolah yang khawatir menempati bangunan hasil rehab kontraktual karena buruknya kualitas pekerjaan. “Semestinya Dispendik menurunkan tim untuk melihat. Kalau memang tidak layak dan berbahaya untuk ditempati ya harus diperbaiki,” katanya.

Apa yang menyebabkan swakelola lebih bagus kualitasnya? “Mungkin karena penerima manfaat bangunan adalah pelaksana pekerjaan, sehingga lebih berhati-hati,” kata Nurhasan.

Ini berbeda dengan proyek rehab kontraktual yang dikerjakan kontraktor yang mencari keuntungan sebesar-besarnya. “Kita mengelus dada,” kata Nurhasan.

Nurhasan menduga buruknya kualitas sebagian proyek kontraktual disebabkan sumber daya manusia yang mengerjakan. “Waktu pengerjaaan proyek sudah cukup. Kualitas pekerja proyeknya memang bukan spesifikasi yang punya keahlian. Asal comot. Ini cerita beberapa kepala sekolah. Jadi yang dikerjakan jelek sekali. Saya pertanyakan: apakah kontraktor yang sudah lama berkecimpung di dunia proyek atau pinjam bendera? Hasil temuan kami di lapangan memang ngeri. Kami minta Dispendik tanggap terhadap keluhan kepala sekolah yang ketakutan menempati ruang baru. Turunkan tim, sehingga kepala sekolah dan wali murid tidak waswas,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Edi Budi Susilo membantah jika kualitas proyek kontraktual lebih buruk daripada swakelola. “Insya Allah sama baiknya,” katanya.

Menurut Edi, seluruh proyek rehab yang didanai DAK dan APBD sudah selesai sesuai tahapan. “Ada jaminan masa pemeliharaan selama 365 hari,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar