Pendidikan & Kesehatan

Niagara, Platfrom Bisnis bagi UMKM Terdampak Gagasan Mahasiswa ITS

Surabaya (beritajatim.com) – Niagara merupakan platfrom bisnis bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang digagas oleh tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Mereka adalah Fajrur Rido Ataubakumarwa, Muhammad Ainul Yaqin, dan Intan Firdaus dari Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS. Kian menurunnya tren penjualan dari UMKM yang ada di sekitar lingkungan rumah menginspirasi mereka untuk menggagas Niagara ini.

Niagara dan berhasil menyabet juara II pada ajang Gebyar Koperasi Mahasiswa Universitas Negeri Semarang 2020, karena platfrom ini bertujuan untuk membantu UMKM yang terdampak pandemi.

“Selain karena efek pandemi, kami pikir UMKM ini perlu didigitalisasi untuk mengikuti perkembangan zaman,” jelas Fajrur Rido Ataubakumarwa yang biasa disapa Rido.

Niagara digitalisasi melalui aplikasi yang terdiri dari layanan marketplace dan kasir terintegrasi. Kelebihan dari aplikasi ini adalah terdapat fitur pembukuan keuangan dan pencatatan stok barang yang ada.

“Layanan kasir yang ada jika mencapai target tertentu juga akan mendapatkan voucher untuk menikmati layanan lainnya bagi pengguna,” tambah mahasiswa angkatan 2017 ini.

Selain fitur unggulan tersebut, lanjutnya, ada beberapa paket yang dapat menunjang layanan dari aplikasi Niagara nantinya. Beberapa paket tersebut seperti Paket Bundling untuk melayani pembelian paket produk unggulan dan Paket Antar untuk melayani pengantaran produk sesuai lokasi pembeli.

“Layanan ini nantinya tentu akan bekerja sama dengan beberapa pihak seperti perusahaan logistik terpercaya,” urai mahasiswa yang telah menyabet gelar di beberapa kompetisi ide bisnis ini.

Selain dua paket tersebut, imbuh Rido, masih ada paket unggulan lain seperti Paket Ambil untuk melayani pengambilan barang secara langsung, Paket Bayar Awal untuk melayani pengisian saldo bagi pelanggan di awal bulan, dan ada Paket Cicil untuk melayani pembayaran secara mengangsur.

“Beberapa layanan tersebut dirasa sudah cukup untuk mengantisipasi adanya pembelian di luar aplikasi,” ujarnya.

Proses penyusunan ide rancangan bisnis ini dimulai sejak akhir Mei 2020. Proses diskusi menggunakan layanan konferensi video secara daring pun sering dilakukan hingga pertengahan Juni 2020. Kondisi pandemi pun mengharuskan mereka untuk sekedar riset dengan menanyakan tanggapan dari beberapa UMKM di sekitar lingkungan rumah saja.

“Dan rata-rata mereka tertarik dan merasa perlu adanya aplikasi ini,” ungkap mahasiswa asal Kediri ini.

Dikatakan Rido, nama Niagara sendiri terinspirasi dari air terjun yang ada di Amerika Serikat. Selain itu, Niagara merupakan kombinasi dua kata, yaitu “Niaga” dalam bahasa Indonesia yang berarti berdagang atau berjualan dan “Ra” dalam bahasa Jawa yang bermakna pertanyaan yang diikuti perintah atau seruan. Sehingga arti Niagara dari segi warna dan kata penyusunnya adalah seruan untuk berdagang secara digital agar terbentuk perekonomian nasional berbasis UMKM.

Untuk ide bisnis ini, menurut Rido lagi, masih sangat perlu pengembangan lebih lanjut untuk kemudian diaplikasikan ke masyarakat. Sampel wawancara yang dilakukan juga masih belum mewakili keresahan banyak UMKM yang ada di Indonesia.

“Tentu harapannya setelah ajang (lomba) ini, kita tetap mengembangkan ide bisnis ini sekaligus mencobanya secara langsung,” tutupnya. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar