Pendidikan & Kesehatan

Ngawi Kasus Covid-19 Melonjak, 20 Daerah di Jatim Zona Merah

Data Dinas Kesehatan Propinsi Jatim

Ngawi (beritajatim.com) – Lonjakan kasus Covid-19 di Ngawi terbukti. Total 120 orang terkonfirmasi Covid-19 pada Selasa (6/7/2021). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi Yudhono membenarkan penambahan kasus tersebut.

“Benar ada lonjakan kasus. Kami maksimalkan tracing di masyarakat,”terang Yudhono, Rabu (7/7/2021).

 

Tracing dilakukan lantaran banyak warga Ngawi yang memiliki riwayat perjalanan. Pihaknya lantas melakukan pelacakan dan ditemukan banyak sekali yang tekonfirmasi.

“Tracing juga termasuk pada orang yang kontak erat dengan pelaku perjalanan ini,” katanya.

Yudhono menyebut kalau peningkatan tracing juga sebagai upaya untuk memenuhi target sesuai dengan Inmendagri 15/2021 tentang PPKM Darurat Jawa Bali.

‘’Karena minimal harus melakukan tracing pada 1.801 orang dalam seminggu,’’ tandasnya.

Lockdown di sekitar kawasan Ngawi Kota untuk minimalisir penyebaran Covid-19 Rabu (7/7/2021) (Foto: Ade Mas Satrio)

Sementara itu Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur mengonfirmasi bahwa di wilayah Jatim saat ini terdapat 20 daerah berstatus zona merah atau berisiko tinggi penyebaran kasus virus corona baru itu.

“Pekan lalu hanya ada tiga daerah, yaitu Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Kota Madiun. Tapi pekan ini 20 daerah,” ujar Anggota Satuan Tugas Kuratif COVID-19 Jawa Timur, Makhyan Jibril ketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa malam seperti dikutip suara.com.

Daftar 20 daerah zona merah di Jawa Timur itu adalah:

Banyuwangi
Ngawi
Lamongan
Sampang
Kota Probolinggo
Malang
Bangkalan
Kota Madiun
Pamekasan
Kota Mojokerto
Magetan
Ponorogo
Kota Malang
Sidoarjo
Kota Kediri
Situbondo
Nganjuk
Lumajang
Kota Batu
Bondowoso

Menurut Makhyan lonjakan drastis kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Jatim dipicu oleh meningkatnya mobilitas yang terjadi pada dua pekan lalu, ditambah varian baru COVID-19.

Ia berpesan seluruh masyarakat di Jatim harus betul-betul menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat secara total dengan harapan kasus bisa direm.

“Pesan saya Satu M, yaitu manuto atau berarti patuhi,” imbuh dia. (asg/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar